Share

3,37 Miliar Saham BMRI Dialihkan ke INA

Anggie Ariesta, Jurnalis · Sabtu 25 Desember 2021 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 25 278 2522559 3-37-miliar-saham-bmri-dialihkan-ke-ina-CWFas5u99C.jpg 3 Miliar saham BMRI dialihkan ke INA (Foto: Okezone)

JAKARTA - Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dialihkan ke Indonesia Investment Authority (INA). Pemerintah selaku pemegang saham mayoritas BMRI mengalihkan 3.733.333.333 atau 3,37 miliar saham kepada INA.

Baca Juga: Lewat Rumah BUMN, Bank Mandiri Dorong UMKM Naik Kelas

Berdasarkan laporan BMRI di keterbukaan informasi BEI, dikutip Sabtu (25/12/2021), sesuai POJK 11/2017 dan akta inbreng, Perseroan telah menerima kuasa untuk melakukan pelaporan perubahan kepemilikan saham PT Bank Mandiri Tbk oleh pemegang saham mayoritas Perseroan, dalam hal ini Pemerintah RI dan INA.

Setelah transaksi, Pemerintah RI kini memegang 24,27 miliar saham BMRI Seri B atau setara 52%, dari sebelumnya sebanyak 27,99 miliar atau 60%.

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp1.022 Triliun dalam 9 Bulan, Ini Rinciannya

Sedangkan, harga pengalihan per saham yakni Rp6.073 per lembar saham. Harga tersebut berdasarkan KMK 515/2021, sehingga total transaksi yakni senilai Rp22,67 triliun.

"Tanggal transaksi pada 23 Desember 2021 dengan tujuan pemenuhan PP 74/2020 dan PP 111/2021 dan status kepemilikan langsung,” tulis Perseroan.

Dengan pengalihan saham ini, INA menjadi pemegang saham Bank Mandiri dengan porsi kepemilikan sebesar 8%.

Bersamaan dengan laporan BMRI, Pemerintah RI juga mengalihkan 5,5 miliar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau setara 3,63% kepada INA.

Usai transaksi, Pemerintah RI genggam 60,61 miliar saham BBRI atau setara 53,19%, dari sebelumnya sebanyak 86,11 miliar atau setara 56,82%. Harga pengalihan saham BBRI yakni Rp4.061 per lembar saham, sehingga total transaksi yakni Rp22,33 triliun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini