JAKARTA – Tips jitu mengelola keuangan di usia 20-an tahun. Di usia tersebut mungkin menjadi masa peralihan dan mulai hidup mandiri. Pada masa inilah pengaturan keuangan menjadi penting.
Sering kali mengatur keuangan di periode tersebut masih sulit dilakukan. Maka pada usia 20-an belajar mengatur keuangan menjadi waktu yang tepat.
Financial Planner & Educator Financial Prita Hapsari Ghozie membagikan cara mengatur keuangan di usia 20-an. Berikut cara mengatur keuangan di usia 20-an, dilansir dari Instagram @pritaghozie, Sabtu (25/12/2021).
Baca Juga: Atur Gaji Sebelum dan Sesudah Menikah, Apa Bedanya?
1. Mencatat Pengeluaran
Cara pertama mengatur keuangan di usia 20-an adalah mencatat keuangan. Hal ini penting karena selain mengetahui jumlah pengeluaran yang dibutuhkan, mencatat pengeluaran dapat mengetahui pengeluaran kecil yang jumlahnya bisa menjadi besar.
Mencatat keuangan juga dapat mengetahui money personality atau kepribadian diri dalam menggunakan keuangan.
Seperti bagian pengeluaran apa yang paling besar dalam pengeluaran tersebut, apakah kebutuhan makan minum, belanja pakaian, atau liburan.
Baca Juga: Perlu Dihindari, Ini 3 Kesalahan Milenial Kelola Keuangan
2. Kalkulasi Pendapatan
Setelah mencatat pengeluaran, kalkulasi pemasukan perbulan. Bagi yang memiliki pendapatan tidak pasti perhitungan pemasukan didapatkan melalui rata-rata pendapatan dalam setahun.
Yaitu dengan cara menjumlah pendapatan dalam setahun dan kemudian dibagi 12, hasil dari pembagian tersebutlah yang menjadi rata-rata pendapatan perbulan.
3. Buat Daftar Pengeluaran
Buatlah daftar pengeluaran untuk kebutuhan pribadi. Dalam hal ini masing-masing orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, seperti misalnya akomodasi, kuota internet, transportasi, atau mungkin kebutuhan liburan juga perlu dimasukkan dalam daftar.
Dan kemudian pisahkan antara kebutuhan tetap dan kebutuhan variable. Kebutuhan tetap adalah jumlah pengeluaran yang tiap bulan sama, seperti bayar sewa rumah atau kos atau bayar cicilan.
Sedangkan kebutuhan variable adalah kebutuhan yang jumlahnya tiap bulannya tidak pasti, seperti misalnya bensin ataupun kuota internet.
4. Pilih Metode Budgeting
Langkah ini dapat ditentukan apabila sudah melakukan pencatatan pengeluaran. Sebab dengan catatan pengeluaran kita mengetahui money personality sehingga dapat menentukan bagaimana metode budgeting yang sesuai dengan diri sendiri.
5. Adjustment Keuangan
Langkah ini juga diperlukan bila pemasukan dan pengeluaran tidak sesuai. Sebab terkadang pemasukan kita dapat berubah.
Dengan hal itu dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan tiga jenis pengeluaran, antara lain:
- Pengeluaran wajib, jenis ini yang harus masuk dalam daftar pengeluaran, seperti cicilan.
- Pengeluaran kebutuhan, yaitu pengeluaran yang dibutuhkan diri kita, seperti makan, minum dan lainnya.
- Pengeluaran keinginan, jenis ini juga diperlukan bukannya tidak boleh, namun harus ditentukan skala prioritas.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)