Share

Premium Dihapus, Driver Ojol Minta Harga Pertalite dan Pertamax Diturunkan

Athika Rahma, MNC Portal · Minggu 26 Desember 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 26 320 2522892 premium-dihapus-driver-ojol-minta-harga-pertalite-dan-pertamax-diturunkan-eG6rulOXb9.jpg BBM Premium Dihapus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Masyarakat minta harga BBM jenis Pertamax dan Pertalite diturunkan jika Premium dihapus pada tahun depan. Sebab, ada selisih harga yang cukup besar antara BBM Premium dengan Pertalite dan Pertamax.

Hal ini diutarakan salah satu pengemudi taksi, Yahya. Dia mengatakan jika selisih harga Pertalite dengan Premium saja masih cukup tinggi untuk ukuran kendaraan taksi.

"Selisihnya kan kalau nggak salah Rp1.200, itu lumayan. Sehari kalau pakai Pertalite bisa Rp200.000, kalau pakai Premium paling Rp150.000," ujar Yahya saat ditemui MNC Portal Indonesia di SPBU Jl Mayjen Sutoyo, Minggu (26/12/2021).

Baca Juga: BBM Premium Dihapus, Harganya Sempat Naik Jadi Rp8.500 per Liter

Menurut Yahya, agar tidak memberatkan, pemerintah bisa menurunkan harga Pertalite setara dengan harga Premium, sama seperti Program Langit Biru yang diinisiasi Pertamina, yaitu Rp6.450 per liter. Adapun, saat ini, Pertalite dijual Rp7.650.

"Atau, ya, dibalikin lagi aja itu Premiumnya," ujar Yahya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di lokasi yang sama, pengemudi ojek online bernama Syamsudin juga membeberkan perbandingan kocek yang dikeluarkan untuk mengisi bensin. Jika menggunakan Premium, dia hanya menghabiskan Rp20.000 hingga Rp25.000 per hari.

"Kalau Pertamax sehari bisa Rp50.000, Pertalite Rp35.000, kan lumayan banget bedanya. Beda Rp5.000 lumayan bagi saya," ujarnya.

Lanjut Syam, jika nantinya hanya Pertamax yang dijual, pemerintah diharapkan bisa menurunkan harga BBM jenis tersebut agar bisa dijangkau masyarakat terutama pengemudi ojek online seperti dirinya.

"Kalau saya, ya, saya harap diturunkan. Karena kita kan tiap hari, sehari bisa dua kali isi bensin," katanya.

Sementara itu, pengemudi bajaj bernama Samin mengikuti keputusan pemerintah. Jika memang ke depannya SPBU Pertamina hanya menjual Pertamax, dirinya akan mengikuti keputusan pemerintah tersebut.

"Kalau saya, sehari isi 7-8 liter. Karena ini kan bajaj. Ya, kita pengemudi manut aja, lah. Ya, kalau bisa standar (harganya), kita ikut pemerintah aja," kata Samin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini