Share

Pabrik 'Ngebul', Industri Manufaktur Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja Baru di 2021

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Rabu 29 Desember 2021 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 320 2524279 pabrik-ngebul-industri-manufaktur-serap-1-2-juta-tenaga-kerja-baru-di-2021-i4THzEnfTJ.jpg Industri Manufaktur Serap Banyak Tenaga Kerja. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa industri manufaktur menunjukkan kinerja terbaik tahun ini. Terlihat dari segi penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Perindustrian mencatat, tenaga kerja sektor manufaktur sempat berkurang 2 juta kibat pandemi Covid-19. Dengan rincian, dari 19,14 juta orang pada 2019, turun menjadi 17,5 juta tenaga kerja pada tahun 2020.

Baca Juga: Menperin Pamerkan 3 Sektor Industri Unggulan RI di Dubai Expo

"Tapi Alhamdulillah seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja di sektor industri manufaktur sebanyak 1,2 juta orang pada tahun 2021. Sehingga total tenaga kerja di sektor industri manufaktur kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang," terang Menperin dalam jumpa pers Kinerja Sektor Industri 2021 dan Outlook 2022, Rabu (29/12/2021).

Menurutnya, industri manufaktur Indonesia sangat tahan banting terhadap gejolak lingkungan termasuk ketika Indonesia menghadapi mega krisis pandemi Covid-19.

Baca Juga: Industri Manufaktur RI Cetak Rekor dan Terbaik di Asean

Agus mengatakan, kinerja makro sektor industri tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah dalam menerapkan beberapa kebijakan khususnya secara umum yaitu kebijakan rem dan gas.

"Sebenarnya sejak awal Covid-19 masuk Indonesia pada 2020, aktivitas industri tidak pernah benar-benar berhenti, jadi sebenarnya masih berjalan," ungkapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kebijakan gas dan rem di sektor industri manufaktur kami wujudkan dengan penerbitan kebijakan yang disebut dengan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dan seiring dengan waktu kebijakan IOMKI berhasil mendorong terciptanya keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan juga kepentingan ekonomi di sektor industri manufaktur, dan telah memacu para pelaku industri nasional untuk bisa percaya diri dan segera beradaptasi dengan kondisi pandemi.

"Keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi, kepercayaan diri, dan juga daya tahan untuk beradaptasi ini yang merupakan bentuk dari resiliensi yang kita lihat di sektor industri manufaktur di Indonesia," tandas Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini