Menperin Pamerkan 3 Sektor Industri Unggulan RI di Dubai Expo

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Minggu 24 Oktober 2021 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 320 2490949 menperin-pamerkan-3-sektor-industri-unggulan-ri-di-dubai-expo-SpZ61BPWWY.jpg Menperin Agus Gumiwang. (Foto: Okezone.com/Kemenperin)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengangkat keunggulan dan peluang investasi di Tanah Air dalam Business Forum pada 22-28 Oktober 2021 di pagelaran Expo 2020, Dubai.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, setidaknya terdapat tiga sektor terkait industri manufaktur dengan peluang kolaborasi yang terbuka lebar, yaitu penerapan industri 4.0, pengembangan kawasan industri, serta optimalisasi peluang industri halal.

“Masih terdapat peluang besar serta ruang luas untuk bekerja sama dengan para investor dalam mengembangkan sektor industri melalui pendekatan tiga kebijakan tersebut,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang dikutip Minggu (24/10/2021).

Baca Juga: Menperin Minta Industri Punya Standar Produk Berkualitas

Menperin memaparkan, percepatan penerapan industri 4.0 dijalankan melalui peta jalan Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2018. Melalui program ini, Indonesia ditargetkan berada dalam 10 besar ekonomi dunia pada 2030.

Dirinya optimis suksesnya implementasi program ini akan meningkatkan PDB per tahun dari baseline 5% menjadi 6-7%, Meningkatkan lapangan kerja dari 20 juta menjadi 30 juta, serta meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB menjadi 25% di tahun 2030.

"Sebagai bagian dari program tersebut, Indonesia menjadi partner resmi dari Hannover Messe 2021 Digital Edition. Status ini akan berlanjut pada Indonesia Hannover Messe 2023,” sambungnya.

Baca Juga: 100 Pabrik Sepatu Pindah dari Tangerang ke Jawa Tengah demi Upah Murah

Selanjutnya, Kemenperin juga fokus pada pengembangan industri halal di Indonesia. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Indonesia perlu mengambil peran dalam industri yang berkembang pesat ini.

“Apalagi, negara-negara yang memakai dan memproduksi produk halal terbesar tidak hanya didominasi oleh negara muslim, contohnya seperti Thailand yang memiliki pusat riset halal mutakhir, serta Brazil yang merupakan produsen terbesar makanan dan minuman halal,” lanjut Menperin.

Dirinya menambahkan, dengan bertambahnya populasi muslim dunia yang diprediksi mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030, terdapat potensi pasar halal global. Pada 2019, angka ini mencapai USD2,02 Triliun, terutama untuk produk makakan, farmasi, kosmetik, fesyen, wisata, dan sektor Syariah lainnya.

“Indonesia sangat berpeluang untuk mengembangkan industri halal, terutama pada sektor makanan dan minuman, fesyen, farmasi, dan kosmetik,” pungkas Menperin.

Sebagai jaminan investasi, sektor industri telah menunjukkan kinerjanya sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Pada semester I -2021, sektor ini tumbuh signifikan sebesar 6,91%, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 7,07%. Secara total, sektor industri berkontribusi 17,34% terhadap Produk Domestik Bruto nasional, menjadi yang tertinggi di antara sektor lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini