Menperin Minta Industri Punya Standar Produk Berkualitas

Antara, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 320 2475259 menperin-minta-industri-punya-standar-produk-berkualitas-GNlaiXvjIu.jpg Menperin Agus Gumiwang. (Foto: Okezone.com/Kemenperin)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai bahwa industri perlu melakukan inovasi atau optimalisasi teknologi sehingga dapat menjalankan bisnis yang efektif dan efisien. Nantinya industri juga dapat mengoptimalkan manajemen daya saing melalui peningkatan kualitas.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Kemenperin menginisiasi penerapan standardisasi dan optimalisasi teknologi industri guna mewujudkan pembangunan sektor industri yang mandiri, berdaulat, maju, berkeadilan, dan inklusif.

“Langkah strategis yang telah dilakukan antara lain dengan peningkatan jumlah Standar Nasional Indonesia (SNI), simplifikasi prosedur pemenuhan SNI, dan memperkuat lembaga penilaian kesesuaian,” tutur Menperin, dikutip dari Antara, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Dampak Varian Delta pada Industri Manufaktur

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi mengatakan di dalam industri manufaktur, produsen yang mampu menghasilkan produknya sesuai persyaratan standar, juga akan memperoleh peningkatan persepsi akan kualitas (perception of quality) produk.

“Artinya, standar juga berfungsi sebagai isyarat pasar untuk memberi jaminan kualitas bagi konsumen,” ujarnya.

Melihat pentingnya peningkatan daya saing industri dalam memperluas pangsa pasar, kehadiran lembaga penilai kesesuaian beserta seluruh faktor pendukungnya, termasuk kalibrasi, berperan penting dalam hal ini, terutama melalui program standardisasi.

Dilatarbelakangi kesadaran ini, BSKJI Kemenperin melaksanakan Bimtek Akbar seri 2 tahun 2021 pada Selasa (21/9) lalu. Tema yang diusung dalam penyelenggaraan bimtek adalah Peran Penilaian Kesesuaian pada Standardisasi Industri untuk Mendorong Daya Saing Industri Nasional.

Baca Juga: Ingat! Industri Beroperasi 100%, Prokes Harga Mati

“Manfaat dari bimtek ini adalah menyiapkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) industri dalam hal kalibrasi alat dan mesin pengujian produk yang akan digunakan untuk pengujian produk baik di perusahaan industri maupun lembaga penilai kesesuaian dalam rangka penguatan penjaminan mutu produk industri nasional,” papar Doddy.

Penyelenggaraan bimtek tersebut, lanjutnya, sejalan tekad Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri. Hal ini sesuai pula dengan implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Melalui bimtek ini, peserta diharapkan memahami metode kalibrasi untuk penjaminan mutu produk industri. Setelah itu, mereka dapat menerapkan pengetahuan khususnya terkait jaminan kebenaran pengukuran yang meliputi standar pengukuran, kompetensi proses pengukuran, estimasi ketidakpastian, dan ketelusuran proses untuk meningkatkan kualitas produk industri nasional,” tandasnya.

Selama masa pandemi, sepanjang tahun 2020 sampai Agustus 2021, BSKJI Kemenperin telah menunjukkan peranannya dalam pendampingan secara langsung terhadap pengembangan SDM industri dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan lebih dari 46.000 peserta yang berasal dari berbagai sektor industri. Pada Bimtek BSKJI seri 2 ini diikuti sebanyak 2.000 peserta.

“Dengan pelaksanaan pendampingan secara berkelanjutan, diharapkan ke depannya industri mampu meningkatkan pengetahuan dan keahlian SDM industri sehingga meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya saing industri nasional,” tutur Doddy.

Melalui berbagai upaya strategis tersebut, Kepala BSKJI optimistis sektor industri akan berperan penting dalam upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. “Selama ini sektor industri merupakan motor penggerak terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada triwulan II - 2021, kinerja industri pengolahan nonmigas mengalami pertumbuhan sebesar 6,91persen,, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga positif sebesar 7,07 persen.

“Dengan penguasaan kalibrasi sebagai langkah peningkatan daya saing, Kemenperin mengharapkan pangsa pasar yang semakin luas bagi produk-produk dalam negeri, sehingga strategi yang diupayakan dapat berhasil optimal,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini