100 Pabrik Sepatu Pindah dari Tangerang ke Jawa Tengah demi Upah Murah

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 320 2484446 100-pabrik-sepatu-pindah-dari-tangerang-ke-jawa-tengah-demi-upah-murah-5nHKJjlqW3.jpg Relokasi Pabrik dari Tangerang ke Jawa Tengah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mencatat dalam waktu 4 tahun terakhir, sekitar 100 pabrik sepatu pindah dari Bekasi dan Tanggerang menuju daerah yang memiliki standar upah regional yang rendah.

Ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarko mengatakan, dengan perpindahan pabrik tersebut, membuat pengusaha dapat lebih banyak menggaet karyawan baru untuk produksi yang yang lebih.

"Contoh kita lihat di Tanggerang, Bekasi kan UMR-nya kurang lebih sekitar Rp4,3 juta. Kalau kita lihat di Jawa Tengah, itu ada yang Rp1,6 juta, ada yang Rp1,8 juta. Jadi perbedaan dengan jumlah karyawan yang begitu besar itu perbedaannya dengan signifikan," ujarnya pada Market Review IDXChanel, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Ingat! Industri Beroperasi 100%, Prokes Harga Mati

Eddy menjelaskan, selisih gaji yang jauh dapat menutup biaya operasional yang sebetulnya lebih jauh dari target pasar, dibanding mendirikan pabrik di bekasi atau tanggerang.

"Contoh 1.000 orang saja itu kalau selisihnya (upahnya) Rp1 juta, itu kan kurang lebih kan sekitar Rp1 miliar kita bisa hemat, apalagi kalau karyawannya 10 ribu," sambungnya.

Baca Juga: Menperin Minta Industri Punya Standar Produk Berkualitas

Menurutnya saat ini infrastruktur yang dibangun pemerintah sudah cukup memadai untuk sebuah perjalanan ekspedisi. Sehingga biaya transport tetap lebih rendah jika dibandingkan dengan gaji yang dibayarkan.

"Hampir semua pabrik yang pindah itu mengalami kenaikan karyawannya, jadi ini sebetulnya pertanda baik, bahwa dalam waktu 3 sampai 4 tahun kedepan itu justru industry itu akan ada di Jawa Tengah," sambungnya.

Dengan hal tersebut Eddy optimis dapat mendongkrak indusri alas kaki kedepannya, yang pada saat ini menargetkan kenaikan 10% sampai akhir tahun jika dibanding tahun sebelumnya.

"Saya kira dengan sisa waktu 3 bulan ekspor kita sekarang ini, malah kita optimis USD5,2 miliar itu bisa tercapai, bahkan kita menghitung itu bisa mencapai USD5,4 miliar, karena kenaikan 4 bulan terakhir ini itu ordernya bukan menurun tetapi bertambah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini