JAKARTA - Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury menginginkan PT Perikanan Indonesia (Persero) atau Perindo menjadi BUMN besar di sektor perikanan. Dia meminta Perindo memperkuat lini bisnis pengolahan dan perdagangan ikan.
Pahala mengatakan, sektor perikanan adalah salah satu komoditas yang harus diprioritaskan. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir.
“Negara kita adalah kepulauan dan PT Perikanan Indonesia harus dibesarkan. Kuncinya harus dikuatkan di sektor pengolahan ikan dan perdagangan ikan,” katanya saat mengunjungi area bisnis PT Perikanan Indonesia (Persero) Cabang Benoa.
Baca Juga: Buwas Ngaku Bulog Punya Utang Rp13 Triliun
Pahala mengunjungi kapal ikan yang sedang berlabuh, ke tempat processing ikan, ke cold storage hingga ramah tamah dengan mitra PT Perindo yakni para nelayan, pemilik kapal dan pemindang ikan.
Melihat hal tersebut, Pahala mengungkapkan terjadi perbaikan yang signifikan pada Perikanan Indonesia. Apalagi setelah Perindo di merger dengan PT Perikanan Nusantara. Pahala berharap Perindo dapat mengembangkan pasar-pasar yang berpotensi besar seperti Benoa.
“Merger merupakan perbaikan di sektor pangan khususnya di perikanan dan dapat meningkatkan kontribusi PT Perindo terhadap inklusivitas mitra nelayan dan pemindang,” tuturnya.
Baca Juga: Holding Kesehatan dan RS BUMN Integrasi, Erick Thohir: Tahan Gelombang Covid-19
Turut berkunjung ke Cabang Benoa, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Arief Prasetyo Adi sebagai calon ketua Holding Pangan mendukung penuh kegiatan usaha PT Perindo di seluruh cabang termasuk cabang Benoa.
Arief meminta Perindo untuk memperkuat pasar ekspor dan mendukung inklusivitas nelayan di seluruh Indonesia. Adapun RNI akan mendukung dengan memperkuat sourcing di hulu dan memuluskan jalan ekspor yang akan disinergikan dengan PT PPI (Persero).
“Kita terus melihat peluang yang akan kita kerjakan bersama dengan anggota BUMN Klaster Pangan untuk mengembalikan kejayaan PT Perikanan Indonesia,” tutur dia.