Share

IHSG Sepanjang 2021 Bergerak Sangat Bagus, Pernah Sentuh Level 6.754

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Sabtu 01 Januari 2022 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 278 2525871 ihsg-sepanjang-2021-bergerak-sangat-bagus-pernah-sentuh-level-6-754-LpP9JJqWtn.jpg IHSG 2021 Menguat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sepanjang 2021. Secara teknikal, IHSG menguat 10,08% dengan pergerakan di area 5.735,47-6.754,46.

Level tertinggi IHSG terjadi pada 22 November 2021 yakni di 6.754,46. Ini merupakan level tertinggi indeks sepanjang masa / all time high (ATH). Sedangkan level terendah disentuh pada 1 Februari 2021 di 5.735,47.

Baca Juga: IHSG Akhir Perdagangan 2021 Tak Mampu Menguat, Apa Penyebabnya?

Pada kuartal pertama (Januari - Maret 2021), IHSG bergerak signifikan di range yang relatif lebar di 5.735,47 - 6.504,99.

Memasuki kuartal kedua (April - Juni 2021), IHSG mulai mengalami penurunan dengan range di sekitar 5.742,04 - 6.134,88. Ini merupakan dampak dari varian Delta yang saat itu sedang ganas menerpa kondisi ekonomi.

Baca Juga: IHSG Tutup 2021 di Zona Merah! Melemah ke Level 6.581

Pada kuartal ketiga (Juli - September 2021), IHSG terlihat mulai bangkit dan bergerak di atas level triwulan sebelumnya yakni di area 5.938,41 - 6.286,94. Terakhir pada kuartal keempat (Oktober - Desember 2021), IHSG mampu mempertahankan pergerakan di atas level psikologis 6.000an, yaitu di 6.202,91 - 6.754,46.

"Kalau kita review sepanjang tahun 2021 ini gerakan IHSG cukup bagus, dengan trend yang menguat. Meski sempat mengalami koreksi, tetapi lebih banyak disebabkan karena faktor Covid," kata CEO PT Elkoranvidi Indonesia Investama, Fendi Susiyanto kepada MNC Portal Indonesia, dikutip Sabtu (1/1/2022).

Fendi melihat keyakinan investor pasar modal mulai meningkat menyusul pemulihan ekonomi nasional dan teratasinya pandemi Covid-19 yang dinilai baik.

Terdapat dua faktor dominan yang cukup mempengaruhi indeks selama 2021 yaitu perkembangan virus corona ditambah tingkat vaksinasi, dan respons Pemerintah dan Bank Sentral dalam mengatasi keterpurukan.

"Jadi dua hal itu yang memberi sentimen terhadap IHSG yang sempat naik tetapi masih tertahan," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini