Share

BEI: IHSG Melesat 10,4% hingga 54 Emiten IPO Raih Rp62,6 Triliun di 2021

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 278 2524886 bei-ihsg-melesat-10-4-hingga-54-emiten-ipo-raih-rp62-6-triliun-di-2021-hUftoa8mKP.jpg Aktivitas BEI Sepanjang 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia mencatat aktivitas ppasar modal sepanjang tahun ini bertumbuh secara positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level 6.600,6 atau telah meningkat 10,4% dari posisi Desember 2020.

Pertumbuhan IHSG bahkan sempat menembus rekor baru, yakni di level 6.723,39 pada 22 November 2021, melampaui IHSG sebelum terjadinya pandemi.

Sementara itu, kapitalisasi pasar pada 29 Desember 2021 mencapai Rp8.277 triliun atau naik hampir 18 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yakni Rp6.970 triliun.

Baca Juga: Cetak Rekor, Dana Pasar Modal Tembus Rp358,4 Triliun

Aktivitas Perdagangan turut membukukan kenaikan yang signifikan dibandingkan akhir tahun lalu. Rata – Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat di angka Rp13,39 triliun atau naik lebih dari 45% dibandingkan posisi akhir tahun lalu yakni Rp9,2 triliun.

Selanjutnya, frekuensi transaksi harian juga telah mencapai angka 1,29 juta kali transaksi atau naik 91% dibandingkan akhir tahun 2020 dan merupakan nilai tertinggi jika dibandingkan dengan Bursa di Kawasan ASEAN sepanjang tiga tahun terakhir. Pertumbuhan signifikan juga tercermin pada rata–rata volume transaksi harian yang telah mencapai 20,6 miliar saham atau naik lebih dari 80% dibandingkan akhir tahun lalu.

Tahun 2021 turut diramaikan oleh minat perusahaan untuk memobilisasi dana jangka panjang melalui pasar modal. Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi menuturkan, 54 perusahaan yang mencatatkan saham (IPO) di BEI hingga akhir 2021.

Baca Juga: Catatan OJK di Sektor Jasa Keuangan Sepanjang 2021

Total penggalangan dana mencapai Rp62,61 triliun yang merupakan tertinggi sepanjang sejarah BEI. Inarno mengatakan, pertumbuhan tren positif dengan tambahan 54 perusahaan itu membawa jumlah perusahaan tercatat di BEI sebanyak 766 perusahaan tercatat.

"54 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI, fund raised Rp62,61 triliun yang merupakan penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah BEI,” kata dia saat konferensi pers, Kamis (30/12/2021).

Total fund raised IPO saham mencapai Rp62,61 triliun, naik sebesar 1.022,35 persen dibandingkan dengan tahun 2020 dan merupakan nilai penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Indonesia pun masih menjadi Bursa dengan jumlah IPO terbanyak di Kawasan ASEAN selama 3 tahun berturut – turut sejak tahun 2019.

Pencapaian positif turut tercermin dari meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Total jumlah investor di pasar modal Indonesia per 29 Desember 2021 telah meningkat 92,7 persen menjadi 7,48 juta investor dari sebelumnya 3,88 juta investor per akhir Desember 2020. Jumlah ini meningkat hampir 7 kali lipat dibandingkan tahun 2017.

Secara khusus, pertumbuhan investor ritel pada tahun 2021 ditopang oleh kalangan Milenial (kelahiran 1981-1996) dan Gen-Z (kelahiran 1997 – 2012) atau rentang usia ≤ 40 tahun sebesar 88 persen dari total investor ritel baru (per November 2021). Lonjakan pertumbuhan jumlah investor ritel turut berdampak terhadap dominasi investor ritel terhadap aktivitas perdagangan harian di BEI yang mencapai 56,2 persen dari tahun sebelumnya sebesar 48,4 persen.

Peningkatan jumlah investor juga merupakan hasil dari upaya BEI dan stakeholders dalam melakukan sosialisasi, edukasi, serta literasi kepada masyarakat. Hingga 29 Desember 2021, di seluruh Indonesia telah berlangsung 10.117 kegiatan edukasi, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1,2 juta orang. Dari seluruh kegiatan tersebut, lebih dari 97 persen kegiatan dilakukan secara daring, begitu juga aktivitas sosialisasi kepada para stakeholders lainnya.

Selanjutnya, dalam rangka mendukung pengembangan industri pasar modal di tengah Pandemi COVID- 19, tahun ini BEI memberikan sejumlah dukungan kepada stakeholders. Dukungan tersebut diberikan kepada Anggota Bursa (AB) sebagai bentuk dukungan pengembangan Migrasi Protokol Baru.

Dukungan juga diberikan kepada Perusahaan Tercatat dan Calon Perusahaan Tercatat berupa relaksasi Initial Listing Fee (ILF), serta dukungan Pengembangan Pasar untuk kegiatan Edukasi atau Inklusi. Total anggaran yang digunakan untuk pemberian dukungan tersebut mencapai Rp30 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini