Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Investasi, Green Investment Jadi Pilihan Generasi Milenial

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Senin, 03 Januari 2022 |14:18 WIB
Tren Investasi, <i>Green Investment</i> Jadi Pilihan Generasi Milenial
BEI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Minat anak muda berinvestasi saham di pasar modal terus tumbuh tiap tahunnya dan bahkan mereka generasi milenial lebih cenderung memilih saham-saham yang mengutamakan praktik Environmental, Social, Governance (ESG) atau Green Investment.

Di mana green investment menjadi tren bagi para generasi milenial dan generasi Z (Gen Z) di sepanjang 2021.Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawzi menjelaskan, hal itu sejalan dengan profil risiko dan demografi para investor milenial yang lebih menyukai investasi jangka menengah dan panjang.

”Investor milenial dan Gen Z juga menyukai sektor-sektor yang lebih sering bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari seperti teknologi digital," ujarnya dikutip Harian Neraca di Jakarta, Senin (3/1/2022).

Baca Juga: Diburu Investor, Penawaran Saham Adaro Minerals Indonesia (ADMR) Oversubscribed 179 Kali

Salah satu contohnya, kata Hasan, ramainya koleksi saham pada perbankan yang sedang mengusung digitalisasi dan juga saham-saham unicorn berkonsep sama yang belum lama ini melantai di BEI. Sektor-sektor ini, yang menjadi sasaran para investor muda.

Untuk diketahui, selama pandemi jumlah investor pasar modal terus bertumbuh seiring dengan peningkatan kesadaran akan berinvestasi.

Secara rinci, total jumlah investor pasar modal Indonesia per 29 Desember 2021 telah meningkat 92,7% menjadi 7,48 juta investor dari sebelumnya 3,88 juta investor per akhir Desember 2020 meningkat hampir 7 kali lipat dibandingkan tahun 2017.

Secara khusus, pertumbuhan investor ritel pada tahun 2021 ditopang oleh kalangan milenial (kelahiran 1981-1996) dan Gen-Z (kelahiran 1997 – 2012) atau rentang usia kurang dari 40 tahun sebesar 88% dari total investor ritel baru (per November 2021).

Sehingga, terjadi peningkatan dominasi investor ritel pada aktivitas perdagangan harian di BEI mencapai 56,2% dari tahun sebelumnya sebesar 48,4%.

Baca Juga: Catatan OJK 2021: Dana Pasar Modal Tertinggi Sepanjang Sejarah

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, tren positif ini diharapkan dapat terus meningkat pada tahun depan. Dengan meningkatkanya minat para investor muda diharapkan dapat memperluas edukasi, literasi begitu juga partisipasi pada pasar modal Indonesia.

"Disisi lain, peningkatan investasi menjadi tanda bahawa masyarakat percaya perekonomian Indonesia dapat kembali pulih meski diterpa goncangan pandemi," ujarnya.

Sementara Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia Uriep Budhi Prasetyo memaparkan, generasi milenial dan gen-Z menjadi salah satu alasan maraknya pengembangan serta proses digitalisasi di pasar modal selama beberapa waktu terakhir.

Pasalnya, peran platform financial technology (fintech) semakin penting untuk investasi di pasar modal. Berdasarkan data KSEI, lebih dari 73,99% investor memiliki rekening investasi di selling agent fintech.

Jumlah volume transaksi subscription oleh selling agent fintech mendominasi transaksi reksa dana dengan peningkatan sebesar 125 % dari 8,08 juta pada tahun 2020 menjadi 18,23 juta per 28 Desember 2021.

"Untuk kedepannya, pertumbuhan investor akan ditopang oleh bonus demografi Indonesia pada usia yang produktif," kata dia.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement