Share

Sambut 2022, Industri Manufaktur Semakin Bergeliat dan Berdaya Saing

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 320 2526775 sambut-2022-industri-manufaktur-semakin-bergeliat-dan-berdaya-saing-AnJs4N33Po.jpg Industri Manufaktur Indonesia Bergeliat Lagi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4,5%-5% pada tahun 2022.

“Kami fokus untuk terus membangun sektor industri manufaktur yang berdaulat, mandiri, berdaya saing, dan inklusif,” ujar Agus, di Jakarta, Senin (3/1/2022).

Dirinya yakin target pertumbuhan industri dapat tercapai seiring membaiknya ekonomi Indonesia. Terlihat dari impor bahan baku dan bahan penolong industri manufaktur naik sebesar 52,6%. Hal ini sejalan dengan aktivitas sektor industri manufaktur di tanah air yang masih cukup menggeliat hingga tutup 2021.

Baca Juga: Pabrik 'Ngebul', Industri Manufaktur Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja Baru di 2021

"Bahan baku dan bahan penolong ini sebagai kebutuhan untuk diolah oleh industri di dalam negeri sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi," kata Menperin.

Lanjut dia, indikator pulihnya perekonomian nasional, juga ditunjukkan dari peringkat daya saing Indonesia yang terus meningkat, baik itu dari aspek bisnis maupun digital.

Baca Juga: Industri Manufaktur Ditargetkan Bisa Tumbuh 5% di 2022

“Dalam posisi yang sangat berat pada tahun 2021 karena dampak pandemi, kita masih mampu naik ranking. Di aspek bisnis dan digital, naik tiga peringkat semuanya,” tutur Agus.

Menperin menyebutkan, selama ini sektor industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional. Pada Januari-November 2021, nilai ekspor dari industri manufaktur mencapai USD160 miliar atau berkontribusi sebesar 76,51% dari total ekspor nasional.

"Angka ini telah melampaui capaian ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar Rp131 miliar, dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor tahun 2019," ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan Januari-November 2020 (c-to-c), lanjut Agus, kinerja ekspor industri manufaktur pada Januari-November 2021 meningkat sebesar 35,36%.

Kinerja ekspor sektor manufaktur ini sekaligus mempertahankan surplus neraca perdagangan yang dicetak sejak bulan Mei 2020," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini