Share

Krisis Batu Bara, Erick Thohir: Pengusaha Harus Gotong Royong dan Tak Saling Menyalahkan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 320 2527623 krisis-batu-bara-erick-thohir-pengusaha-harus-gotong-royong-dan-tak-saling-menyalahkan-dWEufurhDL.jpg Krisis batu bara harus diselesaikan secara gotong royong (Foto: BUMN)

JAKARTA - Kelangkaan batu bara dan liquefied natural gas (LNG) dalam negeri harus dihadapi secara bergotong royong. Menteri BUMN Erick Thohir meminta direksi perseroan negara di sektor energi dan kelistrikan tidak mengedepankan ego sektoral.

Erick mengaku dirinya telah menghubungi direksi PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk, dan PT PLN (Persero) untuk memastikan adanya kerja sama yang berkesinambungan dalam mengatasi kelangkaan sumber daya tersebut.

Baca Juga: Adaro Cs Pasok 3,2 Juta Ton Batu Bara ke PLN

"Situasi seperti ini, seluruh elemen, baik kementerian, BUMN, pengusaha harus bergotong royong dan tidak saling menyalahkan," ujar Erick dikutip Rabu (5/1/2022).

BUMN akan merealisasikan kebijakan pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan dalam negeri menjadi prioritas utama. Erick juga mengingatkan kepada produsen batu bara swasta agar mendukung kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Dirut PLN Terpapar Covid-19, Pasokan Batu Bara Dipastikan Aman

Pasalnya, perusahaan swasta yang dinilai tidak disiplin akan dikenakan sanksi berat berupa pencabutan izin operasional. "Saya juga setuju pihak swasta yang memang tidak disiplin seperti pernyatan Bapak Presiden ya harus dihukum, bahkan dicabut," katanya.

Hanya saja, Erick menilai tidak semua produsen batu bara melanggar ketentuan kewajiban pasok atau Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25% yang diatur dalam regulasi saat ini.

"Jangan disamaratakan kalau ada yang bagus lalu disamaratakan ini salah semua, tidak. Makanya solusinya bukan saling menyalahkan, tapi bergotong royong menyelesaikan masalah," ungkap dia.

Ke depan, Erick meminta adanya kontrak jangka panjang terkait DMO yang dapat disesuaikan setiap bulan, bukan per tahun. Dia juga menilai perlu adanya antisipasi atas hambatan dalam kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi pasokan batu bara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini