JAKARTA — Barista kedai kopi ternama di Buffalo, New York, protes untuk mangkir bekerja di tengah lonjakan kasus baru Covid-19 di Amerika.
Hal tersebut dilakukan oleh para pegawai Starbucks sebagai bentuk ketidakamanan bekerja di tengah lonjakan baru kasus Covid-19 karena banyak karyawan yang telah keluar dari pekerjaannya karena pandemi Covid.
Baca Juga: Pria Ini Bagikan Cara Unik Agar Tidak Malu Saat Pesan Starbucks, Kominfo: Patut Dicoba
Para pekerja kedai kopi starbuck tersebut mengatakan bahwa tidak akan kembali untuk bekerja sampai mereka merasa aman.
Salah satu pengurus serikat pekerja Starbucks di Buffalo, Casey Moore, mengatakan, sepertiga karyawan di sana telah ke luar dari pekerjaannya karena masalah Covid-19.
Baca Juga: CEO Starbucks Ungkap Fakta Menarik, Bisnis di Wilayah Vaksinasi Mulai Pulih
“Karyawan yang dapat bekerja pun bahkan tidak diberikan masker N95 dan Starbucks mengharuskan mitra masih diharuskan untuk melayani pelanggan yang tidak menggunakan masker, meskipun ada mandat masker di seluruh negara bagian," kata Moore, dilansir dari Reuteurs, Jumat (7/1/2022),
Sementara itu, Juru bicara perusahaan Reggie Borges mengatakan bahwa semua 20 toko di area Buffalo telah menutup area tempat duduk dan beralih ke take-out saja, dan beberapa telah mengurangi jam operasional, untuk mengatasi lonjakan lokal dalam kasus COVID-19 dan kekurangan staf.