Share

Karyawan Starbucks Mogok Kerja, Ada Apa?

Azhfar Muhammad, MNC Portal · Jum'at 07 Januari 2022 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 320 2528829 karyawan-starbucks-mogok-kerja-ada-apa-3HgN3NxLqR.jpeg Barista Starbucks Pilih Mogok Kerja karena Lonjakan Kasus Covid. (Foto: Okezone.com/CNBC)

JAKARTA — Barista kedai kopi ternama di Buffalo, New York, protes untuk mangkir bekerja di tengah lonjakan kasus baru Covid-19 di Amerika.

Hal tersebut dilakukan oleh para pegawai Starbucks sebagai bentuk ketidakamanan bekerja di tengah lonjakan baru kasus Covid-19 karena banyak karyawan yang telah keluar dari pekerjaannya karena pandemi Covid. 

Baca Juga: Pria Ini Bagikan Cara Unik Agar Tidak Malu Saat Pesan Starbucks, Kominfo: Patut Dicoba

Para pekerja kedai kopi starbuck tersebut mengatakan bahwa tidak akan kembali untuk bekerja sampai mereka merasa aman.

Salah satu pengurus serikat pekerja Starbucks di Buffalo, Casey Moore, mengatakan, sepertiga karyawan di sana telah ke luar dari pekerjaannya karena masalah Covid-19.

Baca Juga: CEO Starbucks Ungkap Fakta Menarik, Bisnis di Wilayah Vaksinasi Mulai Pulih

“Karyawan yang dapat bekerja pun bahkan tidak diberikan masker N95 dan Starbucks mengharuskan mitra masih diharuskan untuk melayani pelanggan yang tidak menggunakan masker, meskipun ada mandat masker di seluruh negara bagian," kata Moore, dilansir dari Reuteurs, Jumat (7/1/2022),

Sementara itu, Juru bicara perusahaan Reggie Borges mengatakan bahwa semua 20 toko di area Buffalo telah menutup area tempat duduk dan beralih ke take-out saja, dan beberapa telah mengurangi jam operasional, untuk mengatasi lonjakan lokal dalam kasus COVID-19 dan kekurangan staf.

"Sepanjang pandemi kami telah memenuhi dan melampaui semua CDC dan pedoman ahli untuk keselamatan, dan kami telah mendukung mitra dengan pembayaran vaksin, hari sakit, dan pembayaran isolasi," kata Borges.

Menurutnya, karyawan di toko tersebut memberikan suara pada 9 Desember untuk bergabung dengan serikat pekerja. Dewan Hubungan Perburuhan Nasional mengesahkan hasil pemilu seminggu kemudian.

“Sekarang, karyawan Starbucks di masing-masing toko di enam kota lagi mencari pemilihan untuk memilih apakah akan berserikat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini