JAKARTA – Laju inflasi Turki melesat ke level tertinggi dalam 19 tahun. Tingkat inlfasi Turki kian menggambarkan gejolak keuangan negara itu sekaligus menimbulkan peringatan atas kebijakan presidennya.
Berikut fakta-fakta inflasi Turki tertinggi dalam 19 tahun yang dirangkum di Jakarta, Minggu (9/1/2022).
1. Harga-Harga Naik hingga Lebih dari 36%
Harga-harga naik hingga lebih dari 36% pada bulan Desember seiring biaya transportasi, makanan, dan bahan pokok lainnya menghabiskan sebagian besar anggaran rumah tangga. Biasanya, bank sentral di dunia akan menaikkan suku bunga untuk membantu mengerem inflasi namun Turki tidak melakukannya.
2. Presiden Erdogan Tolak Naikkan Suku Bunga
Presiden Erdogan telah menyatakan bahwa sebagai seorang Muslim ia tidak mendukung kenaikan suku bunga. Dia pun menggambarkan suku bunga sebagai "ibu dan ayah dari segala kejahatan."
"Mereka mengeluh kami terus memangkas suku bunga. Jangan harap yang lain dari saya," tegasnya. "Sebagai seorang Muslim, saya akan tetap menjalanan ajaran agama kami. Ini adalah perintah."
Baca Juga: Inflasi Turki Tertinggi 19 Tahun, Erdogan 'Ogah' Naikkan Suku Bunga: Saya Jalankan Agama Kami
3. Nilai Lira Anjlok
Berdasarkan syariat Islam, Muslim dilarang menerima atau memetik bunga pinjaman. Ini berarti jatuhnya nilai lira, karena Tayyip Erdogan memprioritaskan ekspor daripada stabilitas mata uang.
Nilai tukar lira terhadap dolar turun 44% dari tahun lalu, dan turun 5% lagi pada hari Senin sebelum kembali ke nilai semula.
Penurunan lira membuat harga impor - yang memicu inflasi - lebih mahal, mulai dari energi hingga banyak bahan baku yang diubah para produsen di Turki menjadi barang ekspor.