Share

Libatkan 70 Produsen, Bagaimana Skema Pendistribusian Minyak Goreng Subsidi Rp14.000?

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Senin 10 Januari 2022 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 320 2529809 libatkan-70-produsen-bagaimana-skema-pendistribusian-minyak-goreng-subsidi-rp14-000-mFFV59BCbj.jpg Harga Minyak Goreng (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah gerak cepat dengan menyediakan minyak goreng murah. Harga minyak goreng ini disubsidi dan dipatok Rp14.000.

Namun, memang kini dalam pendistribusiannya masih belum merata. Sebab, belum semua daerah merasakan harga minyak goreng subsidi.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan, skema distribusi subsidi minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp 14.000 ke pasaran masih dipersiapkan matang-matang oleh pemerintah.

Tercatat, jumlah minyak goreng yang akan digelontorkan sebanyak 1,2 miliar liter dan harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Skema sedang kami siapkan," kata Oke kepada MNC Portal Indonesia, Senin (10/1/2022).


Baca Juga: DPR Minta Minyak Goreng Disubsidi seperti di Malaysia

Nantinya jika skema sudah matang, implementasi penjualan di tangan pedagang bisa sesuai arahan pemerintah. Artinya, tidak ada pedagang yang memainkan harga kepada konsumen. Selain itu, minyak goreng subsidi bisa sampai pada sasaran yang tepat, yakni masyarakat kelas bawah.

Dalam hal ini, Pemerintah akan melibatkan 70 produsen minyak goreng dan 225 jasa pengemasan untuk penyediaan miliaran liter minyak goreng bersubsidi tersebut.

Sebelumnya Pemerintah juga sudah menggelontorkan 4 juta liter minyak goreng di 47.000 gerai pasar moderen. Distribusi tersebut, menjadi bagian dari 11 juta liter minyak goreng yang digelontorkan pemerintah dalam operasi pasar minyak goreng Rp14.000 per liter.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Fakta yang perlu diketahui, ternyata pada proses pendistribusian 4 juta liter itu terdapat kendala. Oke menerangkan, wilayah Timur Indonesia belum kebagian bantuan tersebut. Kata dia, hal itu lantaran produsen minyak goreng baru mendistribusikan di pasar-pasar daerah jangkauan produsen.

"Ada kendala karena ini sifatnya perhatian produsen maka kebanyakan disalurkan di daerah2-daerah jangkauan produsen sehingga untuk wilayah Timur masih banyak yang kosong," ungkapnya.

Sekedar informasi, kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi USD1.340/MT. Kenaikan harga CPO inilah yang menyebabkan harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini