Share

Harga Emas Menguat Jelang Data Inflasi AS

Antara, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 320 2530254 harga-emas-menguat-jelang-data-inflasi-as-kRWytdToNf.jpg Harga Emas Naik Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Reuters)

CHICAGO - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin. Namun demikian, kenaikan emas dibatasi oleh menguatnya dolar AS dan imbal hasil obligasi yang meningkat saat investor fokus pada data inflasi yang akan dirilis pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange naik USD1,4 atau 0,08% menjadi USD1.798,80 per ounce. Emas berjangka masih berada di bawah level USD1.800 dolar AS setelah pekan lalu mencatat penurunan mingguan sekitar 1,7% atau terbesar sejak pekan yang berakhir 26 November.

Baca Juga: Emas Antam Turun Seribu pada Awal Perdagangan Pekan Ini

"Kami mendapat inflasi yang menguntungkan emas, tetapi imbal hasil mendorong harga lebih rendah yang mengarah ke tarik ulur antara dua faktor ini," kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn, dikutip dari Antara, Selasa (11/1/2022).

Para analis berpendapat bahwa pasar emas terlihat memiliki resistensi teknis dan fundamental pada USD1.800 untuk memulai minggu perdagangan baru.

Baca Juga: Emas Antam Turun Rp7.000, Cek Daftar Harganya

"Sentimen pada emas adalah beli dan tahan, dengan harga menetap di kisaran sekitar USD1.800 dolar AS," ujar Haberkorn.

Investor sekarang menunggu data inflasi yang akan dirilis pada Rabu (12/1/2022). Indeks Harga Konsumen (IHK) inti AS diperkirakan telah meningkat ke level tertinggi dalam beberapa dekade di 5,4% pada Desember atau menguat dari 4,9% pada bulan sebelumnya.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi kenaikan suku bunga AS meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara dolar yang lebih kuat membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 5,3 sen atau 0,24% menjadi USD22,462 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD22,9 atau 2,39% menjadi USD933,6 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini