Share

Sri Mulyani Sentil Kepala Daerah Tak Habiskan Rp100 Triliun: Pak Jokowi Mau Ngegas, Anda Ngerem

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 320 2530431 sri-mulyani-sentil-kepala-daerah-tak-habiskan-rp100-triliun-pak-jokowi-mau-ngegas-anda-ngerem-7DuR52aLOi.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali menyentil kepala daerah yang 'santai' menghabiskan belanja APBD. Sebab, anggaran yang diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah masih ada sisa.

Seperti halnya anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Pemerintah memberikan belanja TKDD dalam bentuk dana bagi hasil, dana alokasi umum, dana alokasi khusus fisik dan nonfisik, dana insentif daerah, dana desa, serta dana otonomi khusus.

Sri Mulyani meminta daerah terus melakukan perbaikan kinerja belanja TKDD untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi di daerah melalui optimalisasi belanja infrastruktur dan operasional di daerah.

“TKDD ini menjadi instrumen kita untuk bisa mendukung pemerintah daerah menjalankan fungsinya, bukan membebani, yaitu untuk melayani masyarakat,” ujar Sri Mulyani dalam acara Bimbingan Teknis Anggota DPRD dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun ke-49 PDI Perjuangan, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Punya 'Orang Kaya' Berharta Rp11.000 Triliun, Alasan Sri Mulyani Yakin Utang RI Rp6.000 Triliun Bisa Lunas?

 

Melihat data realisasi sementara APBN 2021, belanja TKDD telah terserap Rp785,7 triliun atau 98,8 persen dari target APBN yang sebesar Rp795,5 triliun.

“Masih ada Rp100 triliun sampai dengan akhir tahun yang tidak dibelanjakan. Angka yang cukup besar yang bisa menggerakkan ekonomi di daerah. Ini yang mungkin perlu untuk menjadi perhatian kita semua,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mendorong agar TKDD yang juga merupakan suatu instrumen sangat penting harus memerankan peranan yang sama dengan APBN.

“Saya masih melihat teman-teman di daerah APBD-nya belum 100 persen optimal satu sinergi dengan APBN. Jadi waktu APBN-nya mau mendorong ekonomi, banyak APBD-nya malah ngerem sehingga waktu Presiden Jokowi mau ngegas, Anda ngerem sehingga jalannya menjadi tidak optimal, tidak secepat yang kita inginkan,” tegasnya.

 

TKDD merupakan salah satu instrumen penting yang diarahkan unruk belanja-belanja strategis, seperti peningkatan kualitas infrastruktur publik, pemulihan ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, dan kualitas pelayanan publik.

“TKDD adalah salah satu instrumen paling penting. Belanja TKDD itu hampir sepertiga dari APBN kita. Itu diberikan kepada seluruh pemerintah daerah,” kata Sri Mulyani.

Untuk itu, Sri Mulyani berharap pemerintah daerah mengantisipasi berbagai persoalan di dalam pengelolaan APBD agar TKDD dapat dioptimalkan untuk mendukung penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini