Penampakan Pulau Buatan di Dubai hingga China Laut Selatan Milik Orang Terkaya

Rabu 12 Januari 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 470 2530938 penampakan-pulau-buatan-di-dubai-hingga-china-laut-selatan-milik-orang-terkaya-rrAwhQHSZJ.png Pulau Angsa di Paris. (Foto: Okezone.com/BBC Indonesia)

JAKARTA - Manusia berupaya menciptakan daratan kering di tengah danau, sungai hingga laut agar bisa dihuni. Tapi di abad ke-21, ambisi tersebut semakin besar dan bisa dibilang paling congkak.

Menurut Ahli Geografi Sosial Universitas Newcastle, Inggris, Alastair Bonnett, kita sekaran hidup di era pulau buatan.

"Pulau-pulau baru dibangun dalam jumlah dan skala yang tidak pernah terlihat sebelumnya," ujarnya, dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: Denmark Akan Bangun Pulau Buatan Pertama Ramah Lingkungan

Menurut Bonnett, generasi baru pulau-pulau buatan ini lebih berani, lebih besar, dan berpotensi lebih merusak jika dibandingkan dengan apa yang telah dibangun nenek moyang.

pulau buatan

(Foto: The World di Lepas Pantai Dubai/BBC Indonesia)

Dirinya pun mengunjungi berbagai pulau buatan manusia di seluruh dunia. Sebagai contoh, kepulauan raksasa buatan yang diciptakan dengan menumpahkan miliaran ton pasir ke tengah laut.

Kemudian ada pula atol berbalut beton yang diciptakan untuk mengonsolidasikan kekuatan militer dan politik. Lantas anjungan kilang minyak dengan perancah sejauh ratusan meter menuju dasar laut.

Baca Juga: Liburan Cinta Laura di Dubai, Main ke Pulau Buatan

Selain itu, Denmark juga ciptakan pulau buatan pertama yang pasok energi untuk tiga juta rumah. Kisah pulau buatan di Belanda juga mampu menyelamatkan masa depan satwa

pulau buatan

Walaupun struktur buatan manusia itu perlahan diserap oleh alam, tapi proses itu perlu waktu. Kerap kali hanya sedikit kehidupan di perairan sekitar pulau buatan.

"Yang sering terjadi pulau buatan adalah zona mati. Membuatnya hidup kembali adalah pekerjaan sulit," tulis Bonnett.

Dia mencontohkan Laut China Selatan. Kawasan yang dulunya jernih dan terdapat terumbu yang tak tersentuh manusia, kini telah dimutilasi secara mengerikan, diporak-porandakan, dan dibangun beton di atasnya.

Meski demikia, Bonnett mengakui terpikat dengan pulau-pulau buatan ini. Dirinya pun mencoba memahami bagaimana caranya dan mengapa pulau-pulau tersebut dibuat.

pulau buatan

Terlepas apakah Anda menyetujui keberadaan pulau-pulau ini atau tidak, ciptaan manusia ini akan memaparkan kisah kepada generasi mendatang tentang bagaimana manusia memandang dirinya sendiri pada awal masa Anthropocene (zaman manusia untuk menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan adalah akibat ulah manusia).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini