Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngeri! 3.000 Karyawan Maskapai Penerbangan Ini Positif Covid-19

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Kamis, 13 Januari 2022 |11:40 WIB
Ngeri! 3.000 Karyawan Maskapai Penerbangan Ini Positif Covid-19
3.000 karyawan maskapai penerbangan ini positif covid-19 (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA Maskapai penerbangan asal Amerika Serikat (AS) United Airlines mengatakan sekitar 4% dari karyawannya atau sekitar 3.000 pekerja dinyatakan positif Covid-19. Karyawan baru-baru ini dirawat di rumah sakit karena penyakit tersebut.

Pernyataan United ini terjadi di tengah melonjaknya kasus dan berlanjutnya perdebatan tentang mandat vaksin AS. Pada Jumat (7/1) waktu setempat, Mahkamah Agung AS mendengar argumen untuk tantangan terhadap vaksin atau mandat pengujian Presiden Joe Biden untuk perusahaan dengan lebih dari 100 karyawan.

Baca Juga: Kasihan! 2 Pramugari Dibius lalu Diperkosa, Menangis Sepanjang Perjalanan Pulang

Kasus dan karantina Covid-19 berdampak pada staf dan jadwal penerbangan. Maskapai penerbangan AS telah membatalkan lebih dari 30.000 penerbangan sejak akhir Desember karena masalah cuaca dan staf Covid-19.

Chief Executive United Airlines Scott Kirby mengatakan, bahwa maskapai itu "mengurangi jadwal jangka pendek kami untuk memastikan kami memiliki staf dan sumber daya untuk melayani pelanggan,” seperti dilansir dari Reuters, Kamis (13/1/2022).

Menurut FlightAware.com, United telah membatalkan 149 penerbangan pada Selasa lalu, atau sekitar 7% dari penerbangannya.

Baca Juga: Intip Menu Sajian Makanan 6 Maskapai di Indonesia, Mana Paling Enak?

United yang berbasis di Chicago adalah maskapai AS pertama yang mengamanatkan vaksin bagi karyawannya untuk memfasilitasi operasi perjalanan dan penerbangan.

Kirby mengatakan "gelombang Omicron telah membebani operasi kami ... Sebagai contoh, dalam satu hari sendirian di Newark, hampir sepertiga dari tenaga kerja kami dinyatakan sakit."

Lanjutnya, dalam sebuah memo pada hari Selasa bahwa "sejak kebijakan vaksin kami berlaku, tingkat rawat inap di antara karyawan kami telah 100x lebih rendah daripada populasi umum di AS."

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement