Anjlok 66%, Saham Indo Komoditi Korpora (INCF) Masuk Pantauan BEI

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 278 2532156 anjlok-66-saham-indo-komoditi-korpora-incf-masuk-pantauan-bei-Avez0gQZzz.jpg Saham INCF masuk pantauan BEI (Foto: Antara)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF). Saham INCF masuk dalam radar pantauan akibat pergerakan di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Emiten sektor bahan baku yang bergerak di industri karet dan perdagangannya ini mengalami penurunan cukup signifikan. Pantauan MNC Portal Indonesia, Jumat (14/1/2022), INCF anjlok -66,44% dalam sebulan di level Rp149 dari harga Rp436 yang dicapai pada 21 Desember 2021.

Baca Juga: Disuspensi 2 Tahun, Cowell Development (COWL) Terancam Ditendang dari Bursa

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham INCF yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," demikian tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Saham AirAsia (CMPP) Terbang Tinggi, Ini Kata Analis

Diketahui, BEI sebelumnya pernah mengumumkan UMA atas INCF pada 3 Maret 2021 dan 27 September 2021 atas aktivitas yang tidak biasa.

Dengan masuknya saham INCF ke dalam radar UMA, BEI meminta investor untuk terus mencermati kinerja perusahaan yang bersangkutan dalam keterbukaan informasi.

BEI juga meminta investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.

Lebih jauh, BEI mengharapkan para pelaku pasar modal untuk mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini