Terendus Dugaan Kartel Minyak Goreng, Apa Kata Kemendag?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 320 2532055 terendus-dugaan-kartel-minyak-goreng-apa-kata-kemendag-mfSj6V72g0.png Harga Minyak Goreng Naik (Foto: MPI)

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menduga mahalnya harga minyak goreng dan tak kunjung turun adanya praktik kartel.

Apa tanggapan Kementerian Perdagangan?

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menapik adanya praktik kartel minyak goreng.

"Enggak ada indikasi ke sana," tegas Oke saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Subsidi Rp14 Ribu, Belinya di Sini

Oke menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi USD 1.340/MT. Hal itu lah yang menyebabkan harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan.

"Naiknya harga ini karena CPO yang mahal. Ini makanya kita lagi sibuk dengan mereka (YLKI) juga nih gimana membantu masyarakat," kata dia.

 

Adapun langkah Kementerian Perdagangan bersama pihak-pihak terkait, yakni menjalankan distrubusi minyak goreng kemasan sederhana yang dijual seharga Rp 14.000 per liter ke ritel maupun pasar-pasar tradisional.

"Program ini sedang kami jalankan ke seluruh Indonesia," kata Oke.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menduga terdapat praktik kartel di balik kondisi harga minyak goreng yang tak kunjung turun hingga masuk tahun baru.

"Saya curiga ada praktek kartel atau oligopoli. Dalam UU tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat," tutur Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

Tulus menyebut ada beberapa indikasi pada praktik kartel. Pertama, terlihat dari harga minyak goreng yang melonjak secara serempak dalam waktu bersamaan. Kedua, minyak goreng yang beredar di pasaran selama ini juga dikuasai oleh segelintir perusahaan besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini