Share

Penampakan Rumah Cimanggis Jadi Ikon Sejarah Peninggalan VOC

Erlinda Septiawati, Okezone · Minggu 16 Januari 2022 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 16 470 2532929 penampakan-rumah-cimanggis-jadi-ikon-sejarah-peninggalan-voc-1PLH0E04yU.jpg Rumah Cimanggis Jadi Ikon Sejarah. (Foto: okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Rumah Cimanggis sebagai cagar budaya telah selesai dibangun. Lokasi penataan galeri berada di sekitar lingkungan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok.

Sebelumnya dikatakan, kegiatan ini menjadi salah satu komitmen Kementerian PUPR untuk berkontribusi dalam pelestarian bangunan cagar budaya yang melibatkan Ditjen Cipta Karya dan kontraktor PT. Laga Pratama Interindo.

Baca Juga: Misteri Rumah Cimanggis, Tempat Hantu Noni Belanda Sering Muncul

Di samping itu, Kementerian PUPR juga membangun Kampus UIII Tahap II meliputi pembangunan Masjid Kampus 2 lantai seluas 5.200 m2 dengan kapasitas tampung 1.880 jamaah, gedung perpustakaan, dan apartemen mahasiswi total senilai Rp367 miliar.

Untuk aturan pembangunan Universitas UIII dimuat sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII pada tanggal 29 Juni 2016.

Baca Juga: Resmi, Rumah Cimanggis Masuk Cagar Budaya Kota Depok

Diketahui Rumah Cimanggis merupakan bangunan peninggalan Gubernur Jenderal VOC Petrus Albertus van der Parra yang dibangun untuk istrinya, Yohana van der Parra pada tahun 1771. Bangunan bersejarah ini dapat menjadi ikon menarik di Kampus UIII karena berdiri di area Kampus UIII.

“Rampung direhabilitasi, bangunan cagar budaya Rumah Cimanggis akan menjadi ikon bersejarah yang dimanfaatkan sebagai galeri di lingkungan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok,” kata akun media sosial Kementerian PUPR, mengutip dilaman @kemenpupr, Jakarta, Minggu (16/1/2022).

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Rumah Cimanggis yang dilaksanakan mulai sejak September 2020 lalu dan telah usai dibangun ini menghabiskan anggaran sebesar Rp11,31 miliar. Nantinya akan difungsikan menjadi galeri sekaligus cagar budaya yang dilestarikan.

“Melalui Kementerian PUPR, penataan bangunan bersejarah ini telah dimulai sejak September 2020 dengan anggaran Rp11,31 miliar,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini