Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Larangan Ekspor Batu Bara, Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Rugi Rp3,7 Triliun dalam Sebulan

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Selasa, 18 Januari 2022 |14:24 WIB
Larangan Ekspor Batu Bara, Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Rugi Rp3,7 Triliun dalam Sebulan
Batu Bara (Foto: Okezone)
A
A
A

Hasil itu membuat laba per saham dasar melambung menjadi USD 0,2. Sedangkan di akhir September 2020 berada pada USD0,03.

Sementara pendapatan perseroan naik 74,3% menjadi USD1,749 miliar.

Pendapatan itu disumbang dari penjualan batu bara senilai USD 1,745 miliar atau naik 74,84% secara tahunan. Tapi pendapatan selain batu bara turun 17,55% menjadi USD ,833 juta. Kemudian aset perseroan tumbuh 15,44% menjadi USD1,869 miliar.

Hal itu dipicu utang pajak penghasilan badan yang membengkak 677,7% menjadi US$ 140,95 juta. Bahkan, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai US$ 843,87 juta, atau melonjak 200% dibandingkan kuartal III 2020, yang tercatat sebesar US$ 281,08 juta.

Untuk diketahui, Dato Low Tuck Kwong menguasai sebanyak 55,16% porsi saham BYAN, PT Sumber Surya Prima mengempit 10%, Engki Wibowo punya 5,96% dan sisanya dikuasai masyarakat.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement