Share

Omzet Pedagang Oleh-Oleh Haji dan Umrah Turun hingga 95% Selama Pandemi

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Rabu 19 Januari 2022 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 455 2534584 omzet-pedagang-oleh-oleh-haji-dan-umrah-turun-hingga-95-selama-pandemi-QMjwt4qP6T.jpg Dibukanya ibadah Umrah jadi angin segar bagi pedagang kurma dan oleh-oleh haji (Foto: Okezone)

JAKARTAOmzet pedagang oleh-oleh haji dan umrah turun hingga 95% selama pandemi. Hal ini secara tidak langsung merupakan dampak dari diberhentikannya pemberangkatan ibadah haji dan umrah.

Baca Juga: Omzet Anjlok 80%, PKL Menanti Bantuan Modal Kerja

“Selama pandemi ini cukup banyak cobaan dari semua lini. Termasuk kami pedagang oleh-oleh haji yang memang bergantung hanya dari jamaah umrah dan haji. Di mana, dari omzet 100% turun hingga hanya 5%,” ujar Ketum Asosiasi Pedagang Kurma dan Oleh-Oleh Haji Indonesia (APKOHI) Heriyanto saat dihubungi di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Untuk bertahan di tengah pandemi, para pedagang hanya mengandalkan pendapatan yang ada. Di mana, sudah banyak pedagang yang memilih untuk gulung tikar.

Baca Juga: Pratisia, Milenial yang Mulai Bisnis dari Reseller Kini Hasilkan Miliaran Rupiah per Bulan

“Dari awal bertahan kita sudah banyak menggunakan biaya dari sewa, karyawan, bahkan untuk sehari hari pun kami menggunakan omzet yang ada. Ada yang tidak kuat mau tidak mau efiensi, ada tokonya tutup dulu untuk menghindari biaya cost yang tinggi, ada juga pengurangan karyawan, bahkan tidak sedikit yang sampai menjual aset-aset pribadi,” kata dia.

Kemudian, kata Heriyanto, selama pandemi juga banyak pedagang yang memilih berganti profesi. Selain itu, juga banyak yang bertransformasi dari berjualan offline menjadi online untuk tetap bertahan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Banyak juga yang bertransformasi dari offline ke online. Di sini banyak sekali yang melakukan ini demi bertahan. Sebenarnya online sudah ada dari dulu juga, dan memang dia hanya online tapi scope-nya hanya konsumsi harian saja (ritel),” ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, bahwa selama pandemi hanya penjualan online saja yang meningkat. Adapun beberapa produk oleh-oleh haji dan umrah ini seperti herbal dan kurma sangat dibutuhkan masyarakat untuk menambah stamina.

“Produk oleh-oleh haji ini dari herbal dan kurma yang sangat dibutuhkan untuk asupan stamina dan imun tubuh, jadi pada beralih ke online. Sebenarnya tidak bisa menutupi produk lainnya, karena yang laku hanya produk-produk tertentu saja herbal dan kurma yang lumayan trust-nya,” jelas Heriyanto.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini