Share

Disebut Punya Tambang di Ibu Kota Baru, Ini Penjelasan Luhut

Azhfar Muhammad, MNC Portal · Senin 24 Januari 2022 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 320 2536672 disebut-punya-tambang-di-ibu-kota-baru-ini-penjelasan-luhut-PBU9PlOxct.jpg Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan. (Foto: Okezone.com/Kemenko Marves)

JAKARTA — Menteri Koordinator Maritim dan investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan tidak memiliki lubang atau lahan tambang di kawasan Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur.

Melalui Juru Bicaranya, Jodi Mahardi mengatakan jika lubang yang dimaksud adalah tambang yang masih aktif maka itu adalah lokasi penambangan atau pit.

Baca Juga: Duh! Hasil Bumi Pertiwi Dikeruk Tanpa Izin, Ada 2.741 Tambang Ilegal Ini Modusnya

“Kalau tambang dimaksud adalah tambang masih aktif ya pasti masih dalam bentuk lubang yang namanya pit. Sedangkan jika tambang sudah tutup, maka harus sesuai dengan rencana reklamasi dan penutupan tambang, yang ada di amdal,” kata Jodi Mahardi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (24/1/2022).

Jodi Mahardi menegaskan, Amdal harus ada jaminan reklamasi dan jaminan tutup tambang yang dibayarkan perusahaan ke pemerintah untuk memastikan perusahaan melakukan kewajibannya pada saat tambang sudah selesai.

Baca Juga: 2.078 Izin Pertambangan Dicabut, 302 Usaha Batu Bara Dihentikan

“Pak luhut menekankan mengenai pengelolaan lingkungan sebagai prioritas utama. Pada tahun 2020-2021, misalnya Kutai Energi, perusahaan tambang yang mayoritas dimiliki oleh pak luhut, ia telah memperoleh penghargaan peringkat Hijau dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup dari Gubernur Kaltim. Hal yang tidak akan diperoleh kalau pengelolaan lingkungannya tidak baik,” ujarnya.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Oleh karena itu, Jodi meminta ekonom Faisal Basti perlu memperjelas lubang bekas tambang mana yang dimaksud, agar tidak menjadi fitnah dan asusmsi yang tidak baik.

“Pak Faisal Basri perlu memperjelas di daerah mana yang beliau maksud ada lubang-lubang bekas tambang di IKN atas perusahaan pak Luhut, agar tidak terjadi fitnah,” tandasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Ekonom Faisal Basri telah mengkritik pembangunan ibu kota baru dan menyinggung adanya lubang-lubang bekas tambang milik Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan menyatakan untuk dilakukan audit atas kerusakan lingkungannya.

“Kemudian ada lagi lubang-lubang bekas ditinggalkan oleh perusahaan Luhut Pandjaitan, dianggap sudah tidak ada tuh. Harusnya kan diaudit dulu kerusakan lingkungannya berapa. Jadinya ada pembersihan dari dosa-dosa masa lalu juga," papar Faisal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini