Share

5 Miliarder Tertua di Afrika, Ada yang Berharta Rp124,8 Triliun

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 455 2537569 5-miliarder-tertua-di-afrika-ada-yang-berharta-rp124-8-triliun-EvXDIFMDG5.jpg Orang Kaya Tertua di Afrika (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA – Data terbaru miliarder tertua di Afrika telah dirilis Forbes 2022. Dalam daftar tersebut, ada seorang miliarder yang sudah hampir mencapai kepala sembilan, yaitu Othman Benjelloun berusia 89 tahun.

Seperti dilansir dari dari Forbes, Jakarta, Selasa (25/1/2022), berikut ini daftar miliarder paling tua di Afrika:

1. Othman Benjelloun dan Keluarga: USD1,5 Miliar atau Setara Rp21,5 Triliun

Othman Benjelloun (89 Tahun) adalah CEO BMCE Bank of Africa dan sudah berdiri lebih dari 20 cabang di Afrika. Ayahnya bagian pemegang saham di RMA, sebuah perusahaan asuransi Maroko. Kemudian, Othman membangunnya menjadi perusahaan asuransi terkemuka.

Baca Juga: Kisah Srikanth Bolla, CEO Tunanetra Dulu Diremehkan Kini Punya Perusahaan Hampir Rp1 Triliun

Melalui perusahaan FinanceCom, dia mempunyai saham di perusahaan telekomunikasi Prancis Orange, cabang Maroko. FinanceCom merupakan proyek untuk mengembangkan kota teknologi bernilai miliaran dolar di Tangiers yang diharapkan dapat menampung 200 perusahaan China.

Pada 2014, Othman meresmikan rencana USD500 juta untuk membangun Menara Mohammed VI 55 lantai di Rabat yang menjadi salah satu gedung tertinggi di Afrika.

2. Issad Rebrab dan Keluarga: USD5,1 Miliar atau Setara Rp73,1 Triliun

CEO Cevital(78 Tahun) , Issad Rebrab sebagai pendiri perusahaan swasta terbesar di Aljazair. Cevital mempunyai salah satu kilang gula terbesar di dunia, kapasitas produksi 2 juta ton per tahun.

Selain kilang gula, Rebrab memiliki perusahaan Eropa, termasuk pembuat peralatan rumah tangga Prancis Groupe Brandt, pabrik baja Italia dan perusahaan pemurnian air Jerman.

Baca Juga: Intip Sumber Kekayaan Yasa Singgih

Dirinya pernah di penjara atas tuduhan korupsi selama 8 bulan, lalu dibebaskan pada 1 Januari 2020. Dia menyangkal melakukan kesalahan.

3. Nicky Oppenheimer: USD8,7 Miliar atau Setara Rp124,8 Triliun

Nicky Oppenheimer (76 Tahun), pewaris kekayaan berlian DeBeers, menjual sahamnya ke grup pertambangan Anglo American seharga USD5,1 miliar tunai pada tahun 2012.

Dia adalah generasi ketiga dari keluarganya yang menjalankan DeBeers, dan menjadikan perusahaan itu milik pribadi di 2001. Dia memiliki setidaknya 720 mil persegi lahan konservasi di Afrika Selatan, Botswana, dan Zimbabwe.

Selama 85 tahun hingga 2012, keluarga Oppenheimer menduduki tempat pengendali dalam perdagangan berlian dunia. Pada tahun 2014, Oppenheimer memulai Fireblade Aviation di Johannesburg, dengan mengoperasikan penerbangan sewaan.

4. Youssef Mansour: USD1,5 Miliar atau Setara Rp21,5 Triliun

Youssef Mansour (76 Tahun) menjadi ketua konglomerat milik keluarga Mansour Group, yang didirikan oleh ayahnya Loutfy meninggal tahun 1976. Mansour Group adalah distributor eksklusif kendaraan GM dan peralatan Caterpillar di Mesir dan beberapa negara lain.

Dia mengawasi divisi barang konsumen, mencakup jaringan supermarket Metro, dan hak distribusi tunggal untuk L'Oreal di Mesir. Adik laki-laki Mohamed dan Yasseen juga miliarder dan pemilik sebagian Grup Mansour.

5. Mohamed Mansour dan Keluarga: USD2,5 Miliar atau Setara Rp35,8 Triliun

Mohamed Mansour (74 Tahun) mengawasi konglomerat keluarga Mansour Group, didirikan oleh ayahnya Loutfy pada 1952 dan sudah memiliki 60.000 karyawan.

Dia membangun diler General Motors di Mesir tahun 1975, kemudian menjadi salah satu distributor terbesar GM di seluruh dunia. Grup Mansour juga memiliki hak distribusi eksklusif untuk peralatan Caterpillar di Mesir dan tujuh negara Afrika lainnya.

Selain itu, pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Perhubungan Mesir 2006 hingga 2009 di bawah rezim Hosni Mubarak. Saudara laki-lakinya Yasseen dan Youssef, yang berbagi kepemilikan dalam kelompok keluarga, juga miliarder. Sedangkan, putranya Loutfy mengepalai lengan ekuitas swasta Man Capital.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini