Share

Miliarder Tuban Menyesal Jual Tanah ke Pertamina! Kini Nganggur dan Tak Ada Penghasilan

Pipiet Wibawanto, iNews · Rabu 26 Januari 2022 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 320 2537830 miliarder-tuban-menyesal-jual-tanah-ke-pertamina-kini-nganggur-dan-tak-ada-penghasilan-CjBOpZjvjo.png Warga Tuban Tuntut Pertamina. (Foto: Okezone.com)

TUBAN - Meski sudah jadi miliarder, warga di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tetap menuntut Pertamina.

Masyarakatnya yang sudah tak punya lahan karena sudah dibeli Pertamina, berunjuk rasa meminta dipekerjakan di Kilang Minyak Pertamina Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Mereka menuntut lapangan pekerjaan yang dijanjikan namun hingga saat ini tak terealisasi.

Baca Juga: Pemilik Tidak Bisa Nyetir, Belasan Mobil di Desa Miliarder Tuban Ringsek

Warga pun mengaku menyesal telah menjual lahan mereka di lokasi kilang minyak tersebut. Warga Desa Ring I pembangunan kilang minyak Pertamina Grass Root Refinery Tuban menyampaikan aspirasi menuntut pekerjaan, Senin 24 Januari 2022. Mereka membawa spanduk berisi beberapa tuntuan menagih janji.

Warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban. Musanam (60) mengaku, meski kini tinggal di rumah besar dan terkesan mewah, namun hatinya tak bahagia. Dia mengatakan, kini tak punya pekerjaan usai menjual lahan dan rumahnya yang tergusur akibat pembangunan kilang minyak. Bukan hanya dirinya, namun banyak warga lainnya yang menganggur karena sudah tak punya lahan.

Baca Juga: Dapat Gusuran Bendungan Kuningan, Warga Desa Kawungsari Borong Mobil dan Motor

"Ya saya warga terdampak kilang minyak. Dulu lahan saya dijual 1 meternya Rp1 juta. Luasnya ada 133 meter persegi. Saya dijanjiin pekerjaan. Saya sekarang tidak punya pekerjaan sama sekali hanya babat rumput buat pakan sapi," ujarnya, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya, uang dari hasil penjualan rumah dan lahan ke Pertamina hanya cukup untuk kembali membangun rumah baru. Saat ini uang ratusan juta Rupiah yang sempat dimiliki habis tak bersisa sama sekali.

Setiap hari Musanam mengaku hanya mencari rumput untuk pakan tiga sapinya. Sementara tiga sapi lainnya telah dia jual untuk kebutuhan makan sekeluarga.

"Saya menyesal menjual tanah karena dulu setiap hari bisa mengunjungi lahan untuk bercocok tanam. Kini saya tak punya lahan lagi untuk bercocok tanam," katanya.

Musanam dan keluarganya kini telah menempati rumah baru. Namun lokasinya masih dalam satu desa dengan rumahnya dulu. Dia tinggal di rumah baru tersebut bersama istrinya.

"Anak saya dulu juga dijanjikan pekerjaan di Pertamina, hingga kini janji itu tak kunjung mendapat jawaban," katanya.

Diketahui, puluhan warga di sekitar proyek strategis nasional pembangunan kilang minyak tersebut sempat berunjuk rasa. Mereka menuntut janji Pertamina yang akan mempekerjakan warga ring satu.

"Yang janjiin pekerjaan orangnya sudah tidak ada lagi. Tidak bisa ditagih. Ini semua menganggur, anak saya sudah daftar tapi nggak masuk kerja ke Pertamina," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini