Share

Sri Mulyani Ngeri Konflik Rusia-Ukraina Jadi Perang Dunia III

Michelle Natalia, Sindonews · Kamis 27 Januari 2022 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 320 2538712 sri-mulyani-ngeri-konflik-rusia-ukraina-jadi-perang-dunia-iii-1uJasw3SAv.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai konflik Rusia dan Ukraina. Memanasnya hubungan kedua negara bisa memicu perang dunia III karena menyeret Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

"Yang harus kita waspadai baru ini adalah geopolitik karena yang terjadi seperti Rusia dengan Eropa NATO dan Amerika Serikat (AS) di Ukraina," ujar Sri dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: Menlu Ukraina: Rusia Tak Miliki Cukup Pasukan untuk Invasi Skala Penuh

Adapun situasi penuh ketegangan memicu ketidakstabilan di pasar global. Alhasil, indeks saham utama Rusia jatuh dan bank sentral menghentikan pembelian mata uang asing setelah Rubel merosot.

Sri khawatir jika kondisi ini terus terjadi, maka bisa mempengaruhi harga komoditas khususnya energi.

Baca Juga: Amankan Pasokan Batu Bara, ESDM Revisi Kebijakan DMO

"Indonesia sebagai pengimpor bahan bakar minyak (BBM) akan terkena imbas cukup berat dari sisi APBN. Itu mempengaruhi dampaknya langsung ke komoditas energi, gas maupun minyak," ungkapnya.

Pasalnya, ketegangan antara Rusia dan Ukraina tidak hanya melibatkan klaim wilayah, dalam hal ini Krimea yang dicaplok Rusia tahun 2014, tetapi juga hegemoni Rusia dan Barat.

Sejak revolusi terjadi di tahun yang sama, yang menyingkirkan pemimpin pro-Rusia di negara itu, Ukraina semakin dekat dengan Barat, dan bahkan Ukraina berniat menjadi bagian NATO.

Persoalan geopolitik lain yang menjadi perhatian Sri Mulyani Indrawati adalah antara China dan AS. Baru-baru saja pemerintah AS berencana untuk mengizinkan diplomatnya yang berada di China untuk meninggalkan negara itu.

"Ini semuanya yang akan kita kelola di 2022. Dampaknya memang menimbulkan komplikasi di dalam lingkungan kebijakan kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini