Share

Ada 'Sakti', Sri Mulyani Modernisasi Kelola Keuangan Negara

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 320 2539177 ada-sakti-sri-mulyani-modernisasi-kelola-keuangan-negara-VVglQLXcx4.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati resmi meluncurkan SAKTI. SAKTI adalah sebuah sistem informasi yang memodernisasi pelaksanaan fungsi pengelolaan keuangan negara di sisi pengguna anggaran.

SAKTI mengintegrasikan berbagai sistem aplikasi yang digunakan dalam pengelolaan keuangan negara saat ini. Dengan SAKTI, berbagai fungsi pengelolaan keuangan negara, mulai dari tahap penyusunan sampai dengan pertanggungjawaban, mulai tingkat Satker hingga Kementerian Negara/Lembaga (K/L), dilaksanakan dalam satu sistem.

"Inisiatif perubahan selalu dimulai dengan piloting kemudian kita ekspansi ke seluruh Indonesia. Alhamdulillah sampai dengan hari ini seluruh perubahan ini tidak menimbulkan gejolak. Ini sebuah prestasi, karena tidak mudah mengubah sebuah sistem menjadi lebih baik tanpa terjadi gejolak dan disrupsi, terutama dalam hal pelayanan," ujar Menkeu di Jakarta, Jumat (28/1/2022).

SAKTI yang mengusung konsep basis data tunggal (single database) meningkatkan integritas data sehingga informasi transaksi yang disajikan terjaga akurasi dan keandalannya. Penggunaan basis data tunggal untuk seluruh tingkatan organisasi (satker hingga K/L) memfasilitasi konsolidasi data secara lebih cepat.

Dengan SAKTI yang berbasis web, satker dapat mengakses berbagai layanan perbendaharaan yang disediakan unit vertikal DJPb di daerah (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara/KPPN dan Kanwil) dengan lebih mudah dan cepat.

Sebagaimana harapan Menkeu, SAKTI akan menjadi aplikasi yang membantu mengelola keuangan negara dengan baik, termasuk dalam mengelola kas agar belanja negara dapat dipantau secara akurat.

"Dengan teknologi dan beragam fitur yang dimiliki, SAKTI dapat terus dikembangkan seiring dengan perubahan regulasi dan kebutuhan stakeholders, yang pada akhirnya dapat mewujudkan tata kelola keuangan negara yang tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan akuntabel," katanya.

Peluncuran SAKTI menandai pemanfaatan sistem tersebut secara penuh oleh seluruh K/L. SAKTI merupakan kelanjutan penerapan Integrated Financial Management Integration System (IFMIS).

Penerapan SAKTI melengkapi modernisasi pengelolaan keuangan pada sisi Bendahara Umum Negara (BUN) melalui penerapan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), yang diluncurkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 April 2015. Pengembangan SAKTI dilakukan secara bertahap, diawali dengan studi kelayakan, analisis kebutuhan, desain aplikasi, dan pengembangan aplikasi. Setelah melalui lima fase piloting, penerapan SAKTI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini