JAKARTA - Terungkap harta karun energi Indonesia yang paling berharga di bumi pertiwi. Bahkan, harta karun ini nomor 1 di dunia.
Tak heran, banyak negara memburu harta karun dari Indonesia ini. Bahkan, RI harus digugat ke WTO imbas pelarangan ekspor harta karun ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tak gentar dan pasang badan perihal gugatan tersebut.
“Awal-awal memang kita disemprot oleh negara-negara lain. Gapapa kalau hanya disemprot. Kita diam dibawa ke WTO. Gapapa kita dibawa ke WTO,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Dies Natalis ke-67 Universitas Parahyangan, Senin (17/1/2022).
Baca Juga: Indonesia Punya 'Harta Karun' Energi Nomor 1 Dunia, Apa Itu?
Lalu apa harta karun yang dimaksud?
Harta karun itu bernama nikel. Mengutip Booklet Tambang Nikel 2020 Kementerian ESDM, Senin (31/1/2022), jumlah nikel Indonesia mencapai 72 juta ton.
Adapun, cadangan nikel dunia berjumlah 139,4 juta ton. Ini artinya, 52% nikel dunia berada di Indonesia. Jika dibandingkan negara lain, misalnya Australia, jumlahnya hanya 15% dari total nikel dunia. Brazil menyimpan 8% dan Rusia 5%. Sementara 20%nya tersebar di negara-negara lain.
Selain itu, pada 2019, produksi nikel Indonesia juga terbesar di dunia, yaitu 800.000 ton dari total produksi nikel dunia sebanyak 2,68 juta ton.
Sementara, negara lain seperti Filipina produksinya 420.000 ton, lalu Rusia 270.000 ton, dan New Caledonia 220.000 ton.
Untuk bijih nikel, Indonesia memiliki cadangan hingga 4,5 miliar ton dengan sumber daya 11,7 miliar ton. Sebanyak 90%-nya tersebar di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.
Sebelumnya, harta karun yang ramai dibicarakan adalah logam tanah jarang di Lumpur Lapindo. Namun, jumlahnya masih kalah dengan nikel.
(Dani Jumadil Akhir)