JAKARTA - Bank Wakaf Mikro (BWM) menyalurkan pembiayaan Rp78,2 miliar untuk UMKM. Saat ini sudah ada 62 BWM dengan jumlah penyalurannya mencapai Rp78,2 miliar untuk kurang lebih 50 ribu nasabah.
"Tahun ini diharapkan makin banyak karena pemerintah semakin mendorong dan memperluas BWM," kata Ketua Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Buchori, Jumat (4/2/2022).
Di tengah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena penyebaran COVID-19, OJK mendorong digitalisasi BWM sehingga baik kegiatan operasional, pembiayaan, maupun pembayaran angsuran dapat dilakukan melalui aplikasi.
Keunggulan pembiayaan melalui BWM antara lain bebas bunga atau imbal hasil, tanpa agunan, biaya administrasi hanya setara 3% per tahun, menerapkan konsep tanggung renten dan non deposit taking.
Keunggulan lainnya yakni BWM menyediakan program pendampingan dan pelatihan bagi UMKM. Dengan menggunakan pembiayaan BWM, UMKM diharapkan dapat terhindar dari jeratan rentenir.
BWM juga turut mengembangkan usaha nasabah UMKM melalui digitalisasi pemasaran dan pembayaran.
"Pemasaran melalui BWM juga kami kembangkan, jadi UMKM bisa memasarkan produk mereka di aplikasi BMW mobile," katanya.
Pembelian produk UMKM melalui aplikasi BWM dapat menggunakan pembayaran melalui QRIS, virtual account, transfer m-banking, dan e-wallet.
"Informasi di aplikasi BWM juga dapat digunakan untuk menarik donatur turut dalam pembiayaan UMKM Indonesia. Saat ini telah terdapat donatur dari Malaysia yang tertarik untuk berdonasi," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.