Share

Waskita Punya Saham Minoritas di Proyek Tol Terpanjang Indonesia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 07 Februari 2022 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 320 2543328 waskita-punya-saham-minoritas-di-proyek-tol-terpanjang-indonesia-cu8QWZzOl5.jpg Waskita di Proyek Tol Terpanjang Indonesia. (Foto: Okezone.com/Waskita)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk memenangkan lelang pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap. Bersama konsorsium melakukan pendirian Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Gedebage Cilacap (PT JGC).

Adapun mayoritas saham PT JGC dimiliki PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Dayamulia Turangga, PT Gama Group, PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Sarana dan Perseroan. Pada konsorsium ini Waskita Karya memiliki saham minoritas sebanyak 12.191 lembar saham atau setara dengan 20,00% kepemilikan pada PT JGC.

Baca Juga: Terpanjang di RI, Konsorsium BUMN-Swasta Garap Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap Rp56 Triliun

Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan, pendirian PT JGC diharapkan akan memberikan peluang bagi emiten dengan kode saham WSKT untuk mendapatkan porsi konstruksi dalam pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap.

Baca Juga: Proyek Tol Terpanjang di Indonesia Telan Biaya Rp56 Triliun

"Selain itu, pendirian PT JGC sejalan dengan strategi transformasi bisnis Waskita yang saat ini lebih fokus mengerjakan proyek-proyek dengan porsi kepemilikan minoritas dan berisiko rendah," ujar Destiawan, Senin (7/2/2022).

Destiawan juga mengatakan keikutsertaan Waskita pada konsorsium masih berfokus pada proyek-proyek infrastruktur dalam skala minoritas dan berperan aktif dalam proses konstruksinya. Sehingga target kontrak baru jasa konstruksi dapat tercapai pada tahun 2022.

Menurutnya, dengan berbekal dukungan dari pemerintah serta kesuksesan implementasi 8 stream penyehatan keuangan Waskita pada tahun lalu, WSKT akan terus berkomitmen meningkatkan kinerja keuangan yang berkelanjutan dengan fokus pada bisnis operasional di tahun 2022 dan mengutamakan prinsip GCG & Manajemen Risiko dalam setiap proses pemilihan kontrak baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini