Share

Menperin: Industri Pengolahan Sumber Pertumbuhan Ekonomi 2021

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 08 Februari 2022 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 320 2543948 menperin-industri-pengolahan-sumber-pertumbuhan-ekonomi-2021-KqypwA9Ze0.jpg Industri pengolahan jadi sumber penggerak ekonomi selama 2021 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Produksi mobil menjadi salah satu penopang tertinggi dari tumbuhnya industri pengolahan non-migas sepanjang tahun 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi bagi ekonomi pada tahun lalu.

“Salah satu penopang utama adalah produksi mobil yang tumbuh hingga 62,56%, kemudian produksi motor tumbuh sebesar 34,41%, dan produksi semen tumbuh 7,04%," ujar Menperin dalam keterangan resminya, Selasa (8/2/2022).

Agus menjelaskan, sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional. Hal ini salah satunya tercermin dari perannya dalam memberikan kontribusi paling besar pada struktur produk domestik bruto (PDB) nasional.

“Kami sangat mengapresiasi pelaku industri manufaktur yang konsisten menjadi kontributor terbesar di antara sektor ekonomi lainnya,” ungkap Agus. Pada triwulan IV-2021, lanjut dia, sumbangsih sektor industri terhadap PDB nasional mencapai 18,80% dan tumbuh 4,92% (y-o-y). Kinerja gemilang lainnya juga ditunjukkan sektor industri manufaktur, yang terus memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional.

Agus juga menyampaikan bahwa nilai ekspor industri manufaktur pada tahun 2021 sebesar USD177,10 miliar atau menyumbang hingga 76,49 persen dari total ekspor nasional.

"Capaian tersebut melampaui nilai ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 131 miliar dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor tahun 2019 yang berada di angka Rp 127,38 miliar," imbuh Agus.

Sementara itu, untuk realisasi investasi di sektor manufaktur pada tahun 2021, disebutnya, tercatat sebesar Rp325,4 triliun atau naik 19,24% dari nilai investasi tahun 2020.

Sedangkan pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur menunjukkan pemulihan dari segi penyerapan tenaga kerja.

“Seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang,” pungkas Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini