Share

Pabrik di Inggris Ditutup, Nasib Nestle Indonesia Bagaimana?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 08 Februari 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 320 2544065 pabrik-di-inggris-ditutup-nasib-nestle-indonesia-bagaimana-OQdIkBxwAg.jpg Nestle Dikabarkan Tutup Pabrik di Newcastle. (Foto: Okezone.com/BBC)

JAKARTA - PT Nestle Indonesia buka suara soal pabrik Nestle di Inggris yang akan tutup. Kabar penutupan pabrik juga akan diikuti oleh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 474 orang karyawan.

Direktur Corporate Affairs Sufintri Rahayu menjelaskan, upaya penutupan Pabrik Nestlé di Inggris lantaran adanya usulan perubahan yang akan dilakukan di pabrik Fawdon di Newcastle. Di mana, Nestlé UK mengusulkan perubahan di masa depan untuk mengadaptasi pembuatan produk confectionery-nya dengan investasi £ 29,4 juta di York dan Halifax.

Bahkan, mengusulkan penutupan situs Fawdon pada akhir 2023 yang proposalnya masih dalam proses konsultasi dengan karyawan dan serikat pekerja. Meski begitu, Sufintri Rahayu mengaku usulan itu tidak berdampak pada bisnis Nestlé Indonesia.

Baca Juga: Nestle Tutup Pabrik, 474 Karyawan Terancam PHK

"Usulan tersebut hanya menyangkut pabrik confectionery di Nestlé UK dan tidak berdampak pada bisnis Nestlé Indonesia," ujar Sufintri Rahayu melalui keterangan pers yang diterima MNC Portal Indonesia, Selasa (8/2/2022).

Menurutnya, Nestlé Indonesia memiliki komitmen jangka panjang untuk berinvestasi di Indonesia dengan tujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, menggunakan bahan baku lokal sebanyak mungkin dan berkontribusi pada pembangunan Indonesia.

Baca Juga: 4 Fakta Produk Nestle Diakui Tidak Sehat, dari Es Krim hingga Cokelat

Mei 2021 lalu, pihaknya telah melakukan peletakan batu pertama pabrik keempat dan perluasan tiga pabrik yang ada di Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD 220 juta. Manajemen pun berharap pabrik baru akan siap beroperasi pada akhir 2022.

Mengutip BBC beberapa waktu lalu, produsen makanan global itu menyatakan sedang mengadakan pembicaraan dengan karyawan di pabrik Fawdon tetapi fokusnya sekarang adalah menutupnya pada tahun depan. Seorang juru bicara Nestle mengatakan, mayoritas produksi saat ini di Timur Laut akan pindah ke Halifax, West Yorkshire.

Serikat pekerja GMB dan Unite mengutuk tindakan tersebut. Mereka mengatakan, penutupan pabrik yang menghasilkan keuntungan tidak dapat diterima.

Adapun rencana penutupan pabrik tersebut sempat disampaikan pada April tahun lalu. Sementara itu pabrik di Fawdon telah memproduksi makanan olahan gula sejak 1958, tetapi menurut serikat pekerja, pembuatan Fruit Pastilles akan dialihkan ke Republik Ceko dan Toffee Crisps akan diproduksi di Polandia.

"Sejak awal kami ingin memberikan waktu dan ruang yang memadai untuk diskusi ini dan itu benar dilakukan langsung dengan karyawan dan serikat pekerja kami, tidak di depan umum. Tetap menjadi prioritas untuk mendukung orang-orang kami dan keluarga mereka melalui proses ini dan kami berterima kasih kepada semua orang atas kesabaran mereka," kata Nestle dalam pernyataannya.

Sementara pejabat nasional GMB Ross Murdoch mengatakan, menutup pabrik yang menghasilkan keuntungan dan mengalihkan produksi ke Eropa sama sekali tidak dapat diterima. "Ini akan berdampak buruk pada pekerja dan keluarga mereka," ujarnya.

Serikat pekerja mengklaim memindahkan produksi ke Eropa akan menghasilkan tambahan waktu yang signifikan, meningkatkan polusi dan kerusakan lingkungan ketika mengangkut barang ke Inggris untuk konsumsi.

GMB dan Unite sekarang akan berbicara dengan anggota di Fawdon dan mencari tahu apa yang ingin mereka lakukan selanjutnya. Kami akan memberi mereka dukungan dan sumber daya apa pun yang mereka butuhkan untuk melawan ini," ucap Murdoch.

Pejabat nasional untuk Unite, Joe Clarke mengaku sangat kecewa karena proposal alternatif untuk menjaga pabrik tetap beroperasi telah ditolak.

"Kami sedang mencari informasi lebih lanjut sehubungan dengan proposal tersebut dan kami akan melakukan dialog tentang langkah selanjutnya dalam waktu dekat," kata dia.

Nestle mempekerjakan lebih dari 8.000 orang di Inggris dan Irlandia di 18 lokasi, termasuk 14 pabrik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini