Share

Dituduh Buka Brankas, 7 Karyawan Starbucks Dipecat!

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Rabu 09 Februari 2022 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 320 2544648 dituduh-buka-brankas-7-karyawan-starbucks-dipecat-9E1cZHmiTz.jpg Starbucks pecat karyawan yang diduga buka brankas. (Foto: Boldsky)

JAKARTA - Sebanyak tujuh karyawan Starbucks di Mephis, Tennessee, dipecat pada Selasa (8/2/2022).

Dikutip dari The New York Time, padahal tujuh karyawan Starbukcs itu merupakan serikat pekerja yang menyatukan gerai toko di seluruh negara.

Seorang juru bicara Starbucks, Reggie Borges, mengatakan, para karyawan ini telah melanggar kebijakan keselamatan dan keamanan perusahaan.

 BACA JUGA:Pria Ini Bagikan Cara Unik Agar Tidak Malu Saat Pesan Starbucks, Kominfo: Patut Dicoba

Alasannya, mereka yang tergabung dalam serikat pekerja ingin mengatur toko dan menuduh Starbucks tidak memberikan benefit yang baik kepada karyawan.

Bahkan serikat pekerja itu juga melakukan wawancara dengan salah satu media lokal.

Skema pemecatan ini dilakukan setelah adanya penyelidikan kepada serikat pekerja.

 BACA JUGA:Pria Ini Bagikan Cara Unik Agar Tidak Malu Saat Pesan Starbucks, Kominfo: Patut Dicoba

Surat pemecatan itu juga sudah dikirim ke email mereka.

Unggahan di Twitter soal Starbucks mengizinkan serikat pekerja wawancara dengan media lokal pun langsung dibantah.

Hal itu dinilai karena para karyawan membocorkan SOP perusahaan.

“Itu jelas merupakan pelanggaran kebijakan, belum lagi soal kurangnya masker,” tulis Borges.

Lalu, pelanggaran lainnya, di mana para pekerja pernah ada di toko setelah tutup tanpa izin.

Borges menyebut, ada juga karyawan yang nekat masuk ke area yang dibatasi, padahal itu bukan kewenangan mereka.

Yang lebih mencengangkan, Borges mengungkapkan adanya karyawan yang membuka brankas toko.

"Kami benar-benar memecat mitra yang tidak berwenang masuk ke toko setelah jam kerja atau melanggar kebijakan seperti membiarkan orang lain menangani uang tunai di brankas ketika tidak diizinkan untuk melakukannya. Ini adalah kebijakan umum yang dipahami oleh para mitra karena membawa elemen keselamatan dan risiko keamanan," katanya.

Tapi, dua karyawan yang sudah diberhentikan itu malah mengklaim kalau pelanggaran yang dituduhkan ke mereka tidak benar.

Bagi mereka, semua hal yang dilakukan karyawan itu masih dalam tahap SOP toko.

Seorang mantan pekerja bernama, Beto Sanchez, yang mendapat tuduhan membuka brankas ikut bersuara.

Dia menyebut kalau tanggung jawab pekerjaannya adalah supervisor shift, sehingga pengecekan brankas masuk dalam bagian kerja tersebut.

Dia masih bertanya-tanya mengapa langsung dipecat tanpa adanya sanksi lain dulu.

Starbucks Workers United, serikat pekerja yang mewakili pekerja di dua toko di Buffalo dan yang membantu menyatukan pekerja Starbucks di seluruh negeri, mengajukan tuntutan atas ketidakadilan terkait pemecatan ini.

“Starbucks memilih secara selektif untuk menegakkan kebijakan yang sebelumnya telah secara konsisten ditegakkan sebagai dalih untuk memecat para pemimpin serikat pekerja," ucap Beto.

Sebagai informasi, seorang hakim untuk Dewan Hubungan Perburuhan Nasional menemukan bahwa Starbucks pada tahun 2019 dan 2020 telah mendisiplinkan secara tidak sah dan memecat dua karyawan yang ingin mendirikan sebuah toko di Philadelphia.

Tapi Starbucks telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Dewan perburuhan di bawah Presiden Barack Obama Wilma Liebman pun ikut menanggapi kalau pemecatan tersebut tidak adil.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini