Share

BEI Ungkap 7 Emiten Buyback Saham Rp2,3 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 278 2545189 bei-ungkap-7-emiten-buyback-saham-rp2-3-triliun-C3Q4B4FRiL.jpg BEI Ungkap Emiten Buyback (Foto: Okezone)

JAKARTA - Buyback saham menjadi aksi korporasi yang ramai dilakukan tahun ini selain rights issue. Di mana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada tujuh emiten yang telah melakukan buyback saham hingga Rp 2,3 triliun.

“Ada 7 di antaranya telah melaksanakan buyback dengan total pelaksanaan buyback sebesar Rp2,3 triliun,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Kamis (10/2/2022).

Disampaikannya, sampai dengan tanggal 4 Februari 2022, terdapat 11 emiten yang masih dalam periode buyback. Sebagai informasi, buyback adalah pembelian kembali saham publik oleh perseroan dengan jumlah dan bujet yang telah ditentukan.

Nyoman menambahkan bahwa terdapat 133 emiten yang telah menyelesaikan periode pembelian kembali saham. Emiten-emiten tersebut telah merealisasikan pelaksanaan buyback dengan nilai realisasi sebesar Rp9,3 triliun sejak diberlakukannya SE OJK No. 3/SEOJK.04/2020 pada tanggal 9 Maret 2020.

Asal tahu saja, setidaknya ada tiga alasan mengapa perseroan melakukan buyback. Pertama, buyback membantu perusahaan mengonsolidasikan kepemilikannya. Kedua, ketika ada pesimisme pasar, aksi korporasi itu akan meningkatkan nilai ekuitas perusahaan. Ketiga, buyback dapat membuat perusahaan terlihat lebih sehat—sehingga bisa menarik perhatian investor.

Menurut pengamat pasar modal, Hans Kwee, buyback ini bisa menjadi sinyal bahwa harga saham suatu perusahaan sedang murah. Dus, perusahaan terkait memutuskan untuk melakukan buyback.

Namun, dengan buyback tersebut, setelahnya cenderung berdampak positif karena harga saham bisa bergerak naik. Ini diperkirakan terjadi lantaran dengan buyback, seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa jumlah saham beredar di pasar akan berkurang. Sedangkan, pada saat yang sama tingkat permintaan juga bisa tinggi.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

“Dengan sendirinya demand ini mendorong harga saham naik,” kata Hans.

Hans juga mengatakan, secara perhitungan, aksi sedemikian akan turut meningkatkan rasio laba per saham (earning per share/EPS). Itu kembali ke faktor awal jumlah keseluruhan saham yang beredar telah berkurang.

“Nah dengan EPS naik harga saham dengan sendirinya juga akan terdorong naik karena valuasinya terasa murah,” katanya.

Menurut Hans, imbas aksi korporasi tersebut cenderung positif dalam kenaikan harga saham di pasar.

“Buyback cenderung menaikkan optimisme pelaku pasar di pasar saham bahwa sebenarnya saham ini murah,” jelasnya.

Dan karena biasanya buyback dilakukan dengan kas perusahaan itu juga menjadi sinyal positif, kata Hans. Artinya, perusahaan keuangannya sehat karena memiliki kas yang memadai. Adapun salah satu emiten yang tengah melaksanakan pembelian kembali saham adalah PT Kino Indonesia Tbk. (KINO).

Selain KINO, emiten peritel PT Matahari Department Store Tbk. berencana melanjutkan aksi pembelian kembali atau buyback saham pada tahun ini. Manajemen Matahari Dept. Store menyampaikan pembelian kembali saham 2022 akan dilakukan setelah perseroan melakukan keterbukaan informasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini