Share

Selesaikan Proyek Blast Furnace Krakatau Steel, Apa Langkah Erick Thohir?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 14 Februari 2022 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 320 2547108 selesaikan-proyek-blast-furnace-krakatau-steel-apa-langkah-erick-thohir-VRBtjHWyl4.jpg Langkah Erick Thohir selesaikan masalah Krakatau Steel. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir disebut bisa mengambil dua langkah strategis untuk melanjutkan proyek blast furnace yang dihentikan pada 2019 lalu karena merugikan PT Krakatau Steel.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mencatat, langkah strategis yang dilakukan Erick Thohir berupa menyelesaikan blast furnace dari aspek komersial dengan mencari mitra bisnis dan melihat permasalahan proyek dari hukum.

"Ada dua hal dalam proyek blast furnace, pertama menyelesaikan dari sisi komersial yaitu mencari partner. Kedua adalah dalam kontek penegakan hukum," ujar Silmy dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin (14/2/2022).

Terkait mitra bisnis, Silmy mengatakan, ada sejumlah investor asing yang tertarik menanamkan sahamnya.

 BACA JUGA:Kurangi Impor Baja China, Dirut Krakatau Steel Minta Bantuan Sri Mulyani

Meski begitu, dia enggan menyebut asal investor yang dimaksud.

Sebelumnya, ada investor asal China yang ditargetkan mengelola proyek tersebut.

Malangnya, upaya itu gagal lantaran harga baja dunia naik signifikan.

Menurut Silmy, keberadaan investor baru akan membantu fasilitas hulu dan hilir.

"Ada beberapa pihak asing yang berminat bekerja sama di ironmaking and steelmaking Krakatau Steel. Ini juga untuk mengurangi resiko kita pada proyek tersebut karena sudah terlalu banyak uang yang digunakan masuk dalam proyek ini," jelasnya.

"Berhubung kita lagi restrukturisasi dan kita harus mengoptimalisasi keuangan yang ada untuk melakukan transformasi, maka kita utamakan langkah-langkah yang bisa memberikan dampak cepat bagi KRAS" terangnya.

Di sisi hukum, Erick Thohir pun sudah melaporkan kepada Kejaksaan Agung untuk melakukan penyelidikan atas perkara blast furnace saat ini.

Hal itu karena adanya dugaan korupsi yang terjadi.

"Arahan Menteri BUMN (Erick Thohir) juga untuk melihat apa penyebabnya dari sudut pandang hukum. Sehingga Kementerian BUMN juga melibatkan gedung bundar (Kejaksaan Agung)," kata Silmy.

Menurutnya, Erick Thohir meminta agar manajemen KRAS mengajukan informasi atau hal-hal yang dinilai memudahkan penyidikan.

Salah satu alasan penghentian karena pabrik tidak mampu menghasilkan baja dengan harga pasar yang kompetitif.

Sementara, biaya operasionalnya tercatat tinggi. T

ak hanya itu, proyek itupun sudah menyedot keuangan KRAS dengan nominal jumbo.

"Kami selaku pimpinan di Krakatau Steel mempersiapkan dengan sebaik mungkin informasi atau hal-hal yang dibutuhkan kejagung dalam hal proses penegakan hukum," bebernya.

Saat ini kejagung tengah memproses laporan yang diajukan Erick Thohir.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini