Share

Sri Mulyani ke Negara G20: Pandemi Ini Bukan yang Pertama dan Terakhir

Michelle Natalia, Sindonews · Rabu 16 Februari 2022 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 320 2548144 sri-mulyani-ke-negara-g20-pandemi-ini-bukan-yang-pertama-dan-terakhir-FwKFOV1lQA.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan pandemi Covid-19 yang terjadi secara global bukanl yang pertama dan terakhir. Diperlukan kesiapan semua negara dalam menghadapi kemungkinan terjadi pada pandemi lainnya.

Dirinya pun menyarankan agar forum G20 bisa dimanfaatkan negara anggota dalam menyiapkan skenario jika pandemi lain kembali menghadang dunia demi mengurangi dampak yang lebih besar.

Baca Juga: Bertemu Bank Dunia, Menteri ESDM Sebut Pembangkit Nuklir Beroperasi 2049

"Pandemi ini bisa jadi bukan yang pertama dan terakhir, tapi kita butuh menyiapkan diri kita bukan hanya di Indonesia tapi juga global untuk bagaimana bisa merespons lebih baik untuk pandemi yang akan datang," ujar Sri dalam webinar Finance Track Main and Side Event February Series di Jakarta, Rabu(16/2/2022).

Dalam Presidensi G20, Indonesia mendukung pembentukan The G20 Joint Finance-Health Task Force sebagai mekanisme kerja sama untuk menangani masalah terkait pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon pandemi atau pandemic prevention, preparedness and response (pandemic PPR).

Baca Juga: G20 Terus Bergulir di Tengah Ancaman Omicron, Sandiaga Uno: The Show Must Go On

"Kami berharap kerja bersama antara menteri keuangan dan menteri kesehatan akan bisa menguatkan kemampuan dunia untuk menyiapkan diri dalam menghadapi syok pandemi yang akan datang," ucap Sri.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia juga mengingatkan bahwa peran antarnegara di dunia sangat penting dalam menghadapi situasi pandemi, terlebih pandemi tidak bisa hanya diselesaikan oleh satu negara saja, melainkan butuh koordinasi dan kolaborasi bersama.

"Kita butuh bekerja sama, karena pandemi ini tidak hanya bisa ditangani oleh satu negara saja. Koordinasi dan kolaborasi adalah hal yang diperlukan kita untuk bisa menyiapkan diri kita untuk tantangan selanjutnya," pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini