Share

Susun APBN 2023, Sri Mulyani Mulai Kencangkan Ikat Pinggang

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 16 Februari 2022 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 320 2548361 susun-apbn-2023-sri-mulyani-mulai-kencangkan-ikat-pinggang-28JM4oLUyo.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan penggunaan porsi APBN 2023 akan difokuskan pada sektor yang melanjutkan pemuliham ekonomi berkelanjutan. Di mana pemulihan ekonomi saat ini cukup pesat, bahkan nilainya lebih tinggi dibandingkan negara-negara di Asean.

"Kita akan menyusun anggaran APBN 2023 dengan sangat hati-hati dan tetap memperhatikan ancaman dari pandemi, yang kita harapkan semakin berubah menjadi endemi atau normal," ujar Sri Mulyani pada konferensi persnya, Rabu (16/2/2022).

Baca Juga: Belanja APBN Rp2.714 Triliun Namun Ketimpangan di Indonesia Masih Tinggi

Menurutnya, saat ini telah terjadi perubahan pola perilaku masyarakat untuk lebih peduli kesehatan jika dibandingkan dengan sebelumnya. Terutama dari sisi penerapan protokol kesehatan. Oleh sebab itu menurut Sri Mulyani perlu dilakukan reform di bidang kesehatan.

"Reform di dibang kesehatan menjadi sangat penting, baik itu menyangkut industri alat kesehatan, maupun dari penyelenggaraan jasa kesehatan yang sangat penting untuk ditingkatkan," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Sri Mulyani Senang Banyak Anak Muda Peduli Uang Kita

Selain itu pada tahun 2023 Sri Mulyani juga mengatakan bakal dilakukan reformasi di bidang investasi dan perdagangan. Sebab menurutnya sektor tersebut telah berhasil menjadi lokomotif pemulihan ekonomi pada tahun sebelumnya.

"Transformasi di sektor manufaktur, baik itu di Industri mesin, elektronik, alat komunikasi, kimia dan hilirisasi mineral menjadi sangat penting untuk menjadi roda atau lokomotif dari pemulihhan ekonomi," lanjut Sri Mulyani.

Selanjutnya yang menurut Menkeu penting untuk ditingkatkan di tahun 2023 adalah meningkatkan kesadaran ekonomi hijau. Menurutnya ekonomi yang minim emisi karbon serta teknologi energi terbarukan akan menjadi pertumbuhan ekonomi baru.

Misal seperti pembangunan yang dilakukan pemerintah pada Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Seperti diketahui nantinya Kalimantan akan dijadikan pusat industri dan ekonomi hijau.

"Ketiga yang juga perlu di tingkatkan adalah kesadaran ekonomi hijau, dimana nilai ekonomi yang berasal dari karbon, dan teknologi energi terbarukan akan menjadi sumber pertumbuhan yang baru," pungkas Sri Mulyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini