Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Gas hingga Panas Bumi, RI Siap Jadi 'Raja' Energi Terbarukan

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 17 Februari 2022 |13:54 WIB
Punya Gas hingga Panas Bumi, RI Siap Jadi 'Raja' Energi Terbarukan
Indonesia Punya Potensi Jadi Raja Energi Terbarukan. (Foto: Okezone.com/BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan potensi Indonesia menjadi salah satu eksportir energi baru terbarukan terbesar dunia pada 2050. Ridwan Kamil pun memaparkan sebuah studi Stanford University, California, Amerika Serikat terkait energi terbarukan.

“Stanford University membuat studi di mana negara yang neraca energi terbarukannya sempurna. Ternyata Indonesia,” kata Ridwan, dalam diskusi bertajuk Bincang Urban 20, Kamis (17/2/2022). 

Baca Juga: Indonesia-Singapura Sepakat Kembangkan Interkoneksi Listrik Lintas Batas

Studi tersebut, kata Kang Emil sapaan akrabnya, merujuk pada potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Kekayaan alam nasional bahkan dapat mendukung penuh untuk menjadikan Indonesia sebagai pemasok energi terbarukan.

“Tuhan memberikan takdir dari matahari, air, gas, panas bumi dan lain-lain. Itu bisa menghasilkan 400 ribu mega watt kalau ditransformasikan jadi energi,” katanya.

Baca Juga: TKDN Energi Baru Terbarukan Capai Target di 2021

“Kalau 300 juta penduduk Indonesia, seboros-borosnya ya paling hanya mengkonsumsi 200 ribu mega watt. Berarti sisanya bisa di jual ke negara yang membutuhkan energi baru terbarukan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ridwan Kamil memandang momentum Presidensi G20 dapat menjadi ajang bagi Indonesia untuk merumuskan kebijakan ekonomi hijau. Namun, menurutnya, hal tersebut harus diiringi dengan kebijakan konkret.

“Pertanyannya, political will-nya mau apa engga? Dalam UU energi terbarukan kita hanya menargetkan 30% di tahun sekian. Jadi bukan tidak ada resourcesnya, tapi kemauannya,” tegasnya,

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement