Share

TKDN Energi Baru Terbarukan Capai Target di 2021

Oktiani Endarwati, Koran SI · Senin 17 Januari 2022 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 320 2533459 tkdn-energi-baru-terbarukan-capai-target-di-2021-w8q8KQVo7o.jpg Energi Baru Terbarukan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di berbagai proyek Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) melampui target yang ditetapkan pada 2021.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebut, realisasi TKDN di subsektor EBTKE menghasilkan progres yang menggembirakan. Rinciannya, capaian TKDN meliputi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) telah mencapai TKDN 76,71% dari target yang ditetapkan sebesar 70%.

Selanjutnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) mencapai 38,97% dari 35% yang ditargetkan. Adapun Pembangkit Listrik Tenaga Bioenergi (PLTBio) dari 40% yang ditargetkan sudah melampaui hingga 57,75%.

Baca Juga: Harta Karun Energi Terbesar Nomor 2 Dunia, Intip Peluang Ekspor Panas Bumi ke Singapura

"Dari sisi angka semuanya tercapai untuk TKDN," ujar Dadan dalam konferensi pers, Senin (17/1/2022).

Dadan menjelaskan, perhitungan TKDN ini berdasarkan pelaksanaan pembangunan proyek infrastruktur yang dikerjakan sepanjang tahun 2021.

"Perhitungan ini berdasarkan basis proyek per tahun. Di tahun 2021, tidak ada proyek-proyek terkait pengembangan tenaga listrik yang bersumber dari angin. Itu alasannya kenapa PLT Bayu tidak termasuk," ungkapnya.

Baca Juga: Roadmap Pajak Karbon hingga Porsi Listrik Energi Terbarukan Capai 20.923 Mw

Pada tahun 2022, Direktorat Jenderal EBTKE juga menetapkan target TKDN dengan rincian, yaitu PLTA 70%, PLTP 35%, serta 40% untuk pembangunan PLTBio, PLTS, dan PLTB.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, dari sisi penambahan kapasitas terpasang untuk pembangkit listrik EBT mencapai 654,76 Mega Matt (MW) atau terealisasi sebesar 77% dari target 854,78 MW. "Ada beberapa proyek pembangkit yang memang mengalami penyesuaian dari sisi waktu terutama terkait dengan isu pandemi," ungkap Dadan.

Pada tahun 2022, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas terpasang EBT sebesar 648 MW dimana 335 MW merupakan penambahan dari PLT Surya yang berasal dari industri, komersial, dan rumah tangga. "Ini menggunakan acuan yang ada di dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik)," jelas Dadan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini