Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjual Baja Berharta Rp450,5 Triliun Kalahkan Kekayaan Bos Chelsea Roman Abramovich

Zuhirna Wulan Dilla , Jurnalis-Kamis, 17 Februari 2022 |05:10 WIB
Penjual Baja Berharta Rp450,5 Triliun Kalahkan Kekayaan Bos Chelsea Roman Abramovich
Penjual baja jadi orang terkaya di Rusia. (Foto: Forbes)
A
A
A

JAKARTA - Pria yang sukses menjadi produsen produk baja terkemuka di Rusia bernama Vladimir Lisin, dinobatkan jadi orang terkaya di negaranya.

Di usianya yang ke 65 tahun, Vladimir Lisin sukses menyandang orang terkaya di Rusia.

Berdasarkan informasi dari Forbes, Rabu (16/2/2022), kekayaan Vladimir Lisin tembus diangka USD31,5 miliar atau Rp450,4 triliun (kurs Rp14.300 per USD).

Vladimir Lisin pun sukses menjadi Chairman NLMK Group.

 BACA JUGA:Takut Serangan Rusia, Orang Terkaya Ukraina Berharta Rp101 Triliun Langsung Kabur

Di mana bisnis perusahaannya tersebut sebagai produsen produk baja terkemuka di Rusia.

Pria ini mengawali karirnya sebagai tukang listrik di tambang batu bara di Siberia.

Lalu, dia bekerja sebagai pekerja baja di Rusia Tengah.

Dia pun kini memiliki operator kereta api First Cargo serta beberapa pelabuhan dan perusahaan pelayaran.

Kekayaan Vladimir Lisin itu pun mengalahkan bos Chelsea Roman Abramovich.

 BACA JUGA:Orang Terkaya Ukraina Berharta Rp101 Triliun Kabur ke Luar Negeri Takut Serangan Rusia, Jadi Perang?

Di mana Roman Abramovich memiliki kekayaan di angka USD12,9 miliar atau setara Rp184 triliun.

Roman Abramovich pun memiliki saham di perusahaan raksasa baja Evraz dan Norilsk Nickel.

Kiprah Roman Abramovich pun terkenal di tim sepak bola Chelsea Inggris.

Baca Selengkapnya: Ini Dia Orang Terkaya di Rusia Berharta Rp450,4 Triliun, Duit Roman Abramovich Kalah Jauh

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement