Share

BEI Soroti Kenaikan Saham Tidak Wajar Metro Healthcare (CARE)

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 18 Februari 2022 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 18 278 2549172 bei-soroti-kenaikan-saham-tidak-wajar-metro-healthcare-care-Ps4fJt7bBJ.jpg BEI Soroti Kenaikan Saham CARE. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) masuk radar pantauan BEI karena indikasi pola transaksi yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

Diketahui, saham emiten yang bergerak dibidang layanan kesehatan ini mengalami peningkatan harga yang signifikan dalam sepekan naik 2,68% dan sebulan naik 16,40%. Pada penutupan perdagangan Kamis pun, CARE bergerak naik 2,68% ke level Rp575.

Baca Juga: BEI Pantau Ketat 3 Saham Ini, Kenapa?

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham CARE yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dibidang Pasar Modal," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, dikutip Jumat (18/2/2022).

Informasi terakhir mengenai IATA adalah informasi tanggal 9 Februari 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Baca Juga: BEI Soroti Lonjakan Hotel Sahid Jaya (SHID)

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham CARE tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini