Share

Libur Panjang, Pengusaha Mal Gigit Jari

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Minggu 27 Februari 2022 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 27 320 2553771 libur-panjang-pengusaha-mal-gigit-jari-Bqytl77OZU.jpg Libut Panjang Tak Pengaruhi Jumlah Pengunjung Mal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA — Libur panjang tak mengangkat jumlah kunjungan ke mal atau pusat perbelanjaan. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat tingkat kunjungan ke mal rata-rata di wilayah Jakarta tidak lebih dari 40%.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengatakan, meski ada libur panjang atau longweekend, diperkirakan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan tidak akan meningkat secara signifikan karena tingkat kunjungan mengalami penurunan semenjak ada omicron.

Baca Juga: PPKM Level 3 Diperpanjang, Anak 6-12 Tahun Masuk Mal Wajib Vaksin

“Meski ada libur panjang atau long weekend, diperkirakan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan tidak akan meningkat secara signifikan karena tingkat kunjungan mengalami penurunan cukup dalam sejak merebaknya penyebaran Covid-19 varian omicron,” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (27/2/2022).

Alphonzus menuturkan, penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang masih meningkat berdampak pada penurunan kunjungan masyarakat ke mal. Di mana, masyarakat lebih berhati-hati dengan kondisi tersebut.

Baca Juga: Syarat Terbaru Masuk Bioskop dan Makan di Restoran, Kapasitas 50%

“Sekarang ini tingkat kehatian-hatian masyarakat terhadap lonjakan kasus positif Covid-19 cukup tinggi, bahkan sebelum diberlakukan PPKM level 3 pun tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sudah menurun cukup tajam,” ujarnya.

Meski terdapak lonjakan pengunjung di sejumlah mal karena menghabiskan waktu bersama keluarga, namun tren kenaikan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan mulai melandai sejak tiga minggu lalu.

“Hal ini selain karena memang memasuki low season, kami dari Pusat Perbelanjaan berharap lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 dapat segera terkendali agar supaya kondisi sulit saat ini tidak menjadi berlarut - larut karena berpotensi terpuruknya kembali kondisi usaha,” urainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini