JAKARTA - Kinerja reksa dana positif sepanjang bulan Februari 2022.
Namun tahun 2021 bukan tahun yang baik untuk produk reksa dana saham, apalagi jika dibandingkan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak jauh.
Head of Investment Research Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan, reksa dana saham jauh di bawah IHSG karena di awal tahun 2021 indeks saham naik didorong sektor ekologi dan bank digital.
"Karena masalah likuiditas, jarang reksa dana yang bisa masuk ke saham-saham ini. Tetapi kalau kinerja kita potong Q4-2021 sebenarnya reksa dana saham sudah bisa bangkit ya karena di Q4 IHSG bergerak karena saham-saham blue chip," ujar Wawan dalam Power Breakfast IDX, Senin (7/3/2022).
BACA JUGA:Heboh OVO Investasi Reksadana Ilegal, Ini Penjelasan Dompet Digital OVO
Menurut Wawan, hal tersebut membuat reksa dana bergerak baik di Q4-2021.
Dengan begitu, yang membuat reksa dana naik juga ada beberapa faktor, yakni faktor ekonomi dan eskalasi geopolitik di Ukraina.