Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Panjang Madu Pahit Corbezzolo, Bak 'Harta Karun' Sangat Berharga

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 07 Maret 2022 |06:34 WIB
Sejarah Panjang Madu Pahit Corbezzolo, Bak 'Harta Karun' Sangat Berharga
Ilustrasi madu. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Untuk buah dari corbezzolo berubah warna beberapa kali selama proses, dari kuning menjadi oranye lalu menjadi merah matang.

Bunga semaknya agak manis dan warnanya putih.

Mereka mekar dari Oktober hingga Desember, sampai akhirnya diserbuki lebah.

Jika hujan turun dapat merusak pertumbuhan mereka.

Ketika musim gugur dan cuaca dingin lebah terkadang berjuang untuk keluar dari sarangnya untuk mengumpulkan nektar yang berharga.

Setelah itu, bunga berbentuk lonceng menghasilkan sekitar setengah jumlah nektar dari bunga lainnya, sehingga lebah harus bekerja ekstra keras untuk mengumpulkan cukup banyak.

Tiga faktor itu yang membuat madu Corbezzolo sulut ditemui di Sardinia.

Sampai saat ini juga tak ada yang tahu mengapa madu Corbezzolo pahit.

Orang sana sering menambahkan madu ini ke kopi, untuk meningkatkan aroma.

"Madu itu menambah kelezatan, dengan mengucurkannya di atas seadas atau orilettas, dua makanan penutup khas Sardinia," kata Fabio Pibiri, importir anggur dari Sardinia yang berbasis di Chicago.

"Untuk pendamping yang tak terlupakan, coba sandingkan dengan pecorino sardo tua (keju susu domba yang manis), dan Cannonau Nepenthe, anggur merah yang kuat dan menawan yang diproduksi di provinsi Nuoro di bagian barat tengah Sardinia,"

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement