JAKARTA - Pemerintah gerak cepat untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Berbagai kebijakan telah dilakukan untuk menstabilkan harga pangan seperti minyak goreng, daging hingga kedelai yang akhir-akhir ini menjadi masalah di masyarakat.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi membeberkan strategi untuk mengatasi permasalahan pangan yang ada di dalam negeri.
“Saya sampaikan perlunya kolaborasi seluruh stakeholders pangan yang ada, Kementerian dan lembaga, private sector, universitas dan semua asosiasi. Jadi kita tidak bisa menyelesaikan masalah pangan di Indonesia tanpa ada kolaborasi semua pihak,” ujar Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Rabu (9/3/2022).
Baca Juga: Ada ID Food, RI Tak Lagi Impor Pangan?
Arief melanjutkan pentingnya konektivitas antar daerah dalam upaya menjaga keterjangkauan pangan yang merata di seluruh wilayah.
“Kerja sama antar daerah menjadi penting, konektivitas antara daerah produsen dan konsumen itu juga penting karena selama ini banyak daerah yang tidak bisa hilirisasi sehingga di situlah peran kita bersama,” katanya.
Sementara itu, Arief mengatakan wujud konkret dalam mensejahterahkan petani adalah dengan mengajak mereka berkontribusi dalam memenuhi ketersediaan stok pangan hasil produksinya.
“Kita serap produk petani, hal ini tentunya akan mempengaruhi harga di tingkat Petani, di hilirnya juga perlu dijaga sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Hilir pangan kita jaga antara inflasi dengan kesejahteraan Petani yang perlu diseimbangkan, disini nanti ada peran BUMN Pangan ada Holding Pangan ID FOOD beserta anak perusahaanya dan juga Perum Bulog,” katanya.
“Kita bereskan semua persoalan pangan, dan perlu dua sisi, pertama Produsen dan disisi lain end customer masyarakat, keduanya dipelihara dan seimbang,” tambahnya .
(Dani Jumadil Akhir)