Share

Ada ID Food, RI Tak Lagi Impor Pangan?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 320 2531134 ada-id-food-ri-tak-lagi-impor-pangan-fLe6vcTJNv.jpg ID Food Siap Penuhi Kebutuhan Pangan Indonesia. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Holding BUMN Pangan atau ID Food siap menciptakan ekosistem pangan yang terintegrasi. Holding ini pun didukung 10 Kementerian dan Lembaga (K/L).

"Dukungan ini sangat berarti bagi pembentukan serta pengembangan holding bumn pangan," ujar Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Arief Prasetyo Adi, dalam peluncuran brand baru Holding Pangan di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: RI Punya ID Food, Erick Thohir: Kita Harus Punya Roadmap Pangan! Bukan China dan AS

Keberadaan ID Food, kata Arif, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik. Bahkan, bisa mewujudkan tiga sasaran utama yakni ketahanan pangan nasional, inklusivitas bagi petani, peternak, dan nelayan, serta menjadi perusahaan pangan berkelas dunia.

"Semoga holding BUMN pangan dapat memberikan peran yang lebih dalam ekosistem pangan nasional," kata dia.

Baca Juga: Erick Thohir Resmikan Holding BUMN Pangan, Namanya ID Food

Arief menyampaikan penguatan ekosistem pangan BUMN sudah dimulai mulai dari penggabungan sejumlah BUMN yang memiliki kesamaan fokus bisnis seperti PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics) yang bergabung ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang bergabung ke dalam PT Perikanan Indonesia (Perindo), dan PT Pertani yang masuk ke dalam PT Sang Hyang Seri.

Dalam program Makmur, kata Arief, ID Food berbagi peran dengan BUMN lain seperti Pupuk Indonesia, BRI, Jasindo, hingga Jamkrindo. ID Food sendiri berperan sebagai offtaker yang menyerap hasil produksi para petani.

Arief menyebut, ID Food juga telah melakukan sejumlah perbaikan, mulai dari transformasi sunber daya manusia hingga recofusing model bisnis.

"Holding pangan dikondisikan sebagai komersial. Harapannya dengan ekosistem yang ada, maka ketersediaan, kualitas, dan keterjangkauan pasokan (pangan nasional) bisa kita jaga,"

Arief menyebut holding pangan telah memiliki sejumlah produk unggulan mulai dari beras, minyak, dan gula. Khusus untuk gula, ucap Arief, holding pangan memiliki lima pabrik gula berkapasitas 280 ribu ton per tahun yang berkontribusi hingga 14 persen dari produksi gula nasional.

"RNI dalam rantai pasok minyak goreng untuk (sektor) distribusi. Seperempat produksi minyak goreng PTPN itu didistribusikan melalui anak usaha RNI yakni PPI," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini