Sebelum dilantik, Bambang telah menyelesaikan tugasnya di Asian Development Bank.
Lalu, dirinya meminta maaf kepada awak media yang belum bisa secara responsif menanggapi terkait pemilihan calon kepala otorita IKN.
"Baru kemaren sebetulnya kami menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kami di Asian Development Bank. Untuk itu melalui kesempatan ini saya ingin memohon maaf kepada teman-teman pers ini kalau tidak bisa responsif sampai dengan kemaren karena kami masih terikat sebagai staf dari Asian Development Bank yang berkedudukan di Manila," jelasnya.
BACA JUGA:Mengintip Harta Kekayaan Bambang Susantono, Kepala Otorita IKN Pilihan Jokowi
Usai dihubungi dan menyelesaikan tugasnya di Asian Development Bank, Bambang langsung tancap gas mempelajari semua dokumen mengenai pembangunan IKN bersama dengan Dhony Rahajoe.
"Jadi kami baru awal minggu ini sampai di Indonesia dan tentunya butuh waktu untuk mempelajari semua dokumen dan dalam saat yang bersamaan kami harus membangun institusi yang pada saat ini otorita hanya kami berdua, kami harus membangunnya sehingga menjadi institusi yang capable yabg bisa berlari kencang untuk membangun kota Nusantara tentunya dengan bersama-sama semua pemangku kepentingan atau stakeholder," ungkapnya.
Diketahui, Bambang dan Dhony dilantik berdasarkan Keppres Nomor 9 M tahun 2022 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.